Makanan khas Sulawesi Tenggara

Ada banyak makanan khas Sulawesi Tenggara termasuk salah satunya adalah Sinonggi. Makanan khas yang satu ini sering dianggap sebagai papeda. Padahal keduanya merupakan hidangan yang berbeda.

Kedua makanan ini memang terbuat dari sagu dan memiliki tekstur cukup mirip. Sehingga sebagian orang yang belum familiar dengan kedua hidangan ini akan kesulitan untuk membedakannya.

Selain itu sinonggi dan papeda sama-sama merupakan makanan pokok seperti nasi. Sehingga membuat orang yang tidak familiar dengan kedua makanan ini semakin sulit untuk membedakannya.

Namun jika Anda memiliki kesempatan untuk mengunjungi daerah Sulawesi Tenggara, pastikan untuk mencicipi Sinonggi. Karena cita rasa dan tekstur dari makanan ini sangat sulit ditemukan di tempat lain.

Mengenal Sekilas dengan Makanan Sinonggi

Makanan khas sulawesi tenggara
kendariinfo.com

Sinonggi merupakan makanan khas Sulawesi Tenggara yang berasal dari Suku Tolaki. Makanan ini memiliki bahan dasar saripati sagu. Proses pembuatannya adalah dengan mengentalkan saripati sagu dengan air panas.

Sambil menyiram dengan air panas, saripati sagu tersebut kemudian diaduk secara perlahan. Hingga lama kelamaan saripati tersebut akan menjadi kental dan lengket. Pada saat tulah Sinonggi telah selesai dimasak.

Sinonggi sendiri sudah dikenal dan menjadi bagian dari masyarakat Tolaki sejak ratusan tahun lalu. Hidangan ini selanjutnya diwariskan secara turun temurun hingga masih eksis di zaman sekarang.

Bahkan saat ini sinonggi telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Tolaki. Makanan khas Sulawesi Tenggara ini merupakan santapan sehari-hari masyarakat Tolaki yang dipadukan dengan beragam sajian pelengkap lain.

Bagi Anda yang belum tahu, suku Tolaki merupakan penduduk yang tinggal di daerah Kendari. Bisa dikatakan mereka adalah penduduk asli dari Kendari yang telah tinggal di sana selama ratusan tahun.

Selain mirip dengan papeda, sinonggi juga mirip dengan sajian Kapurung. Namun ketiga sajian ini sebenarnya berbeda satu sama lain. Mula dari bentuk penyajian, cara penyajian serta hidangan pelengkap ketiganya berbeda.

Nama sinonggi sendiri diambil dari kata posonggi yang dalam bahasa Tolaki berarti alat mirip sumpit. Hal ini merujuk pada alat makan sinonggi yang berupa sumpit untuk menggulung sinonggi ke atas.

Makanan Khas Sulawesi Tenggara yang Kaya Manfaat

Diketahui bahwa sinonggi memiliki banyak manfaat yang penting bagi tubuh. Terlebih sinonggi merupakan salah satu makanan yang menyegarkan. Berikut ini adalah beberapa manfaat mengonsumsi sinonggi.

1. Baik Untuk Pengganti Nasi

Bagi penderita diabetes, nasi adalah salah satu makanan yang lebih baik dihindari. Sebab kandungan gula pada nasi dapat meningkatkan kadar gula dalam darah dan membahayakan bagi penderita diabetes.

Namun diketahui bahwa sinonggi tidak cepat meningkatkan kada gula di dalam darah. Sehingga sinonggi cenderung aman dikonsumsi oleh para penderita diabetes sebagai makanan pengganti nasi.

2. Mengandung Zat Prebiotik

Terdapat zat yang berfungsi sebagai prebiotik di dalam serat pangan pada sagu. Zat ini tentu sangat bermanfaat bagi tubuh karena bisa memberikan banyak manfaat kesehatan.

Seperti misalnya adalah mengurangi risiko kanker paru-paru dan juga kanker usus. Selain itu makanan khas Sulawesi Tenggara ini juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh sehingga membuat Anda tidak mudah terkena penyakit.

Zat prebiotik juga sangat bagus untuk mengatasi masalah pencernaan. Sehingga bagi Anda yang mengalami masalah buang air besar bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi makanan satu ini.

3. Membantu Proses Diet

Sinonggi juga sangat bagus dikonsumsi oleh orang yang sedang diet. Sebab sinonggi dapat mengenyangkan walau tanpa membuat gemuk. Terlebih dengan kandungan gula yang lebih sedikit di dalam sinonggi.

Untuk menambah nilai gizi, Anda bisa melengkapi sinonggi dengan berbagai makanan pelengkap penuh gizi. Sehingga Anda akan mendapatkan nutrisi dan karbohidrat yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Beragam Makanan Pelengkap untuk Sinonggi

Seperti yang kami sebutkan sebelumnya bahwa sinonggi merupakan makanan khas Sulawesi Tenggara yang bisa menggantikan nasi. Oleh karena itu untuk memakan sinonggi memerlukan hidangan pelengkap lainnya.

Ada banyak jenis makanan pelengkap yang biasa disajikan bersamaan dengan sinonggi. Berikut ini adalah beberapa pilihan hidangan pelengkap yang akan membuat cita rasa sinonggi semakin nikmat.

1. Sayur Palola

Hidangan pertama yang biasanya disajikan bersamaan dengan sinonggi adalah palola. Palola merupakan sebutan masyarakat lokal untuk makanan berupa campuran sayur bayam dan juga terong kecil.

Dengan kandungan gizi dan nutrisi yang dimiliki palola, akan membuat santapan sinonggi semakin sehat. Karena Anda bisa mendapatkan tambahan zat besi dan vitamin dari sayur tersebut.

2. Aneka Daging

Makanan khas Sulawesi Utara ini juga biasa disajikan dengan beragam aneka olahan daging. Anda bisa menggunakan daging sapi, ayam ataupun ikan sebagai pelengkap ketika menyantap sinonggi.

Biasanya olahan daging ini dimasak Tawaoloho oleh masyarakat lokal. Tawaoloho adalah proses memasak bening daging-daging tersebut dengan sedikit bumbu. Hal ini membuat sajian sinonggi semakin segar.

3. Sambal

Kenikmatan sinonggi akan semakin terasa ketika Anda menggunakan sambal sebagai pelengkapnya. Anda bisa menggunakan sambal ulek menggunakan cabai, tomat dan terasi untuk memberikan cita rasa tambahan pada sinonggi.

Selain itu Anda juga bisa membuat sambal mangga. Cukup iris atau parut mangga ke atas sambal lalu aduk. Rasa asam dari mangga akan membuat cita rasanya semakin unik.

Keunikan Sinonggi Karena Memiliki Tekstur Seperti Lem

Salah satu keunikan dari makanan khas Sulawesi Tenggara ini adalah memiliki tekstur yang mirip dengan lem. Oleh karena itu sensasi ketika memakan sinonggi cukup unik.

Untuk menyajikan sinonggi, akan dibuat terpisah dari hidangan pelengkapnya. Ketika mau disantap, barulah sinonggi bersama hidangan pelengkapnya dimasukan ke dalam satu piring menggunakan alat khusus.

Alat tersebut berbentuk seperti sumpit kayu besar yang digunakan untuk menggulung sinonggi. Sebab karena teksturnya yang seperti lem tersebut membuatnya sulit diambil jika tidak digulung.

Setelah diletakkan di piring bersamaan hidangan pelengkapnya, barulah sinonggi akan dipotong menjadi lebih kecil. Setelah itu sinonggi baru bisa disantap menggunakan alat serupa sumpit yang lebih kecil.

Namun untuk menyantap makanan khas Sulawesi Tenggara ini juga bisa menggunakan jari. Caranya adalah dengan mengambil potongan sinonggi menggunakan satu jari lalu menggulung dengan jari dari tangan lainnya.

Pada dasarnya sinonggi memiliki rasa yang cenderung tawar atau gurih. Oleh karena itu bahan pelengkap sinonggi memiliki peranan yang sangat vital terhadap rasa dari sinonggi.

Dengan perpaduan hidangan pelengkap yang tepat, sinonggi akan menjadi semakin nikmat. Tentunya Anda bisa menyesuaikan hidangan pelengkap menggunakan referensi di atas atau hidangan lainnya sesuai keinginan Anda.

Karena teksturnya yang kenyal dan menyerupai lem, sinonggi tidak dikunyah terlebih dahulu. Sinonggi biasanya langsung ditelan begitu saja. Barulah untuk hidangan lainnya melewati proses kunyah terlebih dahulu.

Indonesia memang diketahui memiliki beragam budaya yang unik. Seperti salah satunya adalah sinonggi yang telah menjadi identitas dari suku Tolaki si daerah Kendari, Sulawesi Tenggara

Sinonggi memang sering salah dikenali sebagai papeda. Namun sebenarnya makanan khas Sulawesi Tenggara ini berbeda dengan papeda mulai dari bentuk, hidangan pendamping hingga cara penyajiannya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *