Makanan Khas Daerah Jawa Tengah

Anda pasti pernah mendengar nama getuk yang merupakan makanan khas daerah Jawa Tengah. Hidangan ini biasanya sering dijadikan sebagai buah tangan setelah berkunjung ke Jawa Tengah.

Getuk memiliki rasa yang manis dan nikmat. Oleh karena itu hampir semua orang menyukai gethuk. Hidangan ini juga kerap disajikan pada berbagai acara seperti pengajian atau pernikahan.

Selain itu getuk juga bisa disantap sebagai teman mengobrol atau membaca koran. Karena memang getuk adalah hidangan ringan yang cocok dijadikan camilan untuk menemani berbagai aktivitas.

Selain memiliki cita rasa yang nikmat, ternyata getuk juga memiliki banyak filosofi di dalamnya. Jika Anda ingin mengetahui informasi seputar getuk dengan lebih detail silahkan simak penjelasan berikut.

Makanan Khas Daerah Jawa Tengah yang Muncul Pada Masa Penjajahan

makanan khas daerah jawa tengah
suara.com

Tentu Anda sudah memahami bahwa Indonesia sempat mengalami penjajahan sebelum akhirnya mendapatkan kemerdekaan. Kondisi pada masa penjajahan sendiri memang dinilai cukup menyedihkan bagi rakyat Indonesia.

Pada masa penjajahan, banyak sumber daya alam yang dikuasai oleh penjajah. Masyarakat Indonesia kebanyakan hanya dipekerjakan menumbuhkan tanaman tanpa bisa merasakan sumber daya alam tersebut.

Salah satu hal yang cukup langkah ketika pada masa penjajahan adalah beras. Khususnya dalam masa penjajahan Jepang, bahan pangan pokok seperti beras merupakan suatu hal yang langka.

Oleh karena itu masyarakat Indonesia harus mencari pengganti bahan pangan tersebut. Hal yang sama tentu juga dirasakan oleh banyak masyarakat di daerah Magelang, Jawa Tengah.

Pada akhirnya masyarakat Magelang menggunakan singkong atau ketela pohon sebagai pengganti beras. Hal ini lah asal muasal dari getuk hingga akhirnya kini bisa menjadi makanan khas daerah Jawa Tengah.

Karena berbeda dengan beras, pada saat itu singkong bukanlah produk yang langka. Masyarakat bisa menemukan singkong yang tumbuh di sekitar rumah ataupun membelinya di pasar.

Pada saat itu masyarakat Magelang mengolah singkong dengan cara mengukusnya. Setelah itu singkong dihaluskan bersama dengan gula. Oleh karena itulah cita rasa getuk cenderung manis.

Namun ternyata makanan olahan singkong ini cukup nikmat dan cocok menjadi pengganti beras. Hingga akhirnya getuk tetap diproduksi hingga masa kini dan bahkan menjadi salah satu ciri khas Kota Magelang.

Makanan Khas Daerah Jawa Tengah yang Kaya Akan Filosofi

Selain nikmat, ternyata getuk juga memiliki nilai filosofi di baliknya. Berikut ini adalah beberapa filosofi yang bisa diambil dan dijadikan sebagai pelajaran dari hidangan getuk.

1. Kesederhanaan

Olahan singkong atau ketela pohon memang merupakan makanan sederhana. Terlebih pembuatan getuk juga sangatlah mudah. Hal ini membuat makanan getuk memiliki filosofi atau nilai kesederhanaan.

Dari makanan getuk, Anda bisa belajar mengenai rasa syukur atas hal-hal yang telah Tuhan berikan. Karena ternyata dari tanaman sederhana seperti singkong bisa tercipta sajian lezat.

2. Inovasi

Selain kesederhanaan, Anda juga bisa belajar tentang filosofi inovasi dari makanan khas daerah Jawa Tengah ini. Karena kesederhanaan yang dimiliki getuk tersebut ternyata menuntut masyarakat untuk melakukan kreasi dan inovasi.

Hal ini terlihat dari kondisi banyaknya variasi dari getuk yang membuatnya memiliki nilai jual tinggi. Bahkan saat ini getuk dibuat dengan beragam warna sebagai perwujudan nilai inovasi tersebut.

3. Rendah Hati

Singkong memang merupakan salah satu tanaman yang memiliki harga sangat murah. Bahkan singkong dikenal sebagai tanaman kaum alit karena bisa didapatkan dengan begitu mudah dan murah.

Namun bukan berarti sajian berbahan dasar singkong memiliki nilai yang rendah. Dari getuk Anda bisa belajar untuk memiliki kerendahan hati dan menghargai berbagai hal yang ada.

Berbagai Macam Varian Jenis Getuk

Makanan khas daerah Jawa Tengah ini ternyata memiliki beragam variasi dan jenis. Perkembangan jenis ini juga merupakan salah satu penerapan dari nilai inovasi yang berada di dalam getuk.

Ada beragam variasi dari getuk yang bisa Anda cicipi. Berikut ini adalah beberapa jenis getuk yang cukup terkenal dan menjadi sajian favorit dari banyak orang.

1. Getuk Lindri

Getuk lindri merupakan getuk yang dibuat memakai alat bernama lindri. Lindri sendiri adalah alat pembuat getuk yang mirip dengan mesin penggiling mie tradisional. Sehingga adonan singkong akan keluar menyerupai mie.

Selanjutnya adonan singkong tersebut akan dipadatkan dan digulung. Getuk lindri sering dibuat dalam berbagai warna menarik seperti putih, hijau dan merah mudah lalu ditambahkan parutan kelapa di atasnya.

2. Getuk Trio

Sesuai namanya, getuk ini terdiri dari tiga lapisan warna yang berbeda. Oleh karena itu penampilan makanan khas daerah Jawa Tengah ini begitu menarik dan menggoda selera.

Getuk trio menggunakan gula merah serta parutan kelapa sebagai pelengkapnya. Sehingga sajian ini menjadi semakin nikmat karena dilengkapi rasa manis gula merah dan gurihnya parutan kelapa.

3. Getuk Cotot

Getuk cotot adalah getuk yang dibuat dengan memasukkan gula pasir ke dalam getuk. Selanjutnya getuk digoreng yang membuat gula pasir di dalamnya menjadi mencair atau meleleh.

Ketika digigit, gula yang telah meleleh tersebut akan mecotot atau keluar. Hal inilah yang membuat nama dari variasi getuk ini bernama getuk cotot. Sensasi makanan ini sangat manis.

Getuk Adalah Makanan yang Cocok untuk Segala Acara

Dengan rasa nikmat yang dimilikinya, makanan khas daerah Jawa Tengah ini tidak hanya cocok dijadikan buah tangan. Getuk juga sangat cocok untuk disajikan ketika melakukan berbagai acara seperti berikut ini.

1. Buka Puasa Bersama

Salah satu acara yang sangat cocok untuk menyajikan getuk adalah buka puasa bersama. Terlebih dengan cita rasa manis yang dimilikinya akan membuat penikmat kuliner ini bersemangat pada saat berbuka.

Karena memang pada umumnya sajian untuk berbuka puasa adalah makanan yang manis. Karena kandungan gula di dalam makanan manis dapat menjadi energi untuk mengisi tubuh setelah berpuasa.

2. Arisan

Selain cocok dijadikan kudapan saat berbuka puasa bersama, getuk juga bisa Anda sajikan saat mengadakan arisan. Sajian ini akan membuat suasana arisan menjadi lebih menyenangkan.

Karena memang biasanya arisan diadakan sekaligus untuk menyambung tali silaturahmi. Misalnya seperti acara arisan keluarga yang diadakan dalam beberapa bulan sekali merupakan ajang untuk bertemu antar keluarga besar.

3. Pengajian

Salah satu acara yang juga sering diadakan oleh masyarakat Indonesia khususnya di Jawa adalah pengajian. Makanan khas daerah Jawa Tengah ini juga sering ditemui ketika pengajian tersebut berlangsung.

4. Perayaan Hari Besar

Ada banyak hari besar yang dirayakan di Indonesia. Mulai dari hari kemerdekaan Republik Indonesia, hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi Muhammad dan beragam hari besar lainnya.

Getuk ternyata juga sering ditemukan dalam perayaan hari besar tersebut. Cita rasa manis dan nikmat dari getuk sangat cocok untuk menambahkan kemeriahan dari perayaan beragam hari besar.

Jika Anda berkunjung ke Jawa Tengah, maka pasti salah satu oleh-oleh yang diminta adalah getuk. Karena memang getuk asa Jawa Tengah memiliki cita rasa yang nikmat.

Dibalik cita rasa tersebut ternyata getuk menyimpan banyak filosofi nilai. Terlebih mengingat makanan khas daerah Jawa Tengah ini lahir ketika Indonesia sedang dalam kondisi dijajah.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *