Makanan Khas Maluku Utara

Mungkin sudah banyak dari Anda yang mendengar tentang Papeda sebagai salah satu makanan khas Maluku Utara. Karena memang papeda telah cukup terkenal karena keunikan dan kenikmatannya.

Nama papeda memang dikenal sebagai salah satu makanan dari Indonesia Timur. Selain Maluku Utara, daerah Papua juga merupakan tempat yang sering menyajikan hidangan satu ini.

Papeda terbuat dari sagu dan disajikan dengan berbagai hidangan tambahan. Karena terbuat dari sagu, peran papeda sering disamakan dengan nasi karena merupakan sama-sama makanan pokok.

Keunikan papeda terletak pada teksturnya yang menyerupai bubur namun lebih lengket. Sehingga ketika memakan papeda terdapat sensasi unik tersendiri. Berikut ini adalah beberapa informasi lain terkait tentang Papeda.

Papeda Merupakan Makanan Khas Maluku Utara Tertua

Makanan Khas Maluku Utara
celebes.co

Seorang peneliti arkeologi bernama Hari Suroto menyatakan bahwa papeda adalah salah satu kuliner tertua. Bahkan temuan menunjukkan bahwa proses pembuatan Papeda telah ada sejak masa prasejarah.

Hal ini didukung dengan temuan gerabah dan alat batu tokok sagu di kawasan Danau Sentani. Hari mengatakan bahwa tradisi penggunaan gerabah tersebut sudah ada sejak 3000 tahun lalu.

Keterampilan penggunaan gerabah serta teknologi pembuatannya dikenalkan oleh orang-orang Antronesia. Meski memang pada saat itu pembuatan papeda masih banyak ditemukan pada daerah pesisir utara Papua.

Karena diketahui bahwa pohon sagu banyak tumbuh di daerah dataran rendah Papua. Hal ini membuat makanan olahan sagu seperti Papeda banyak ditemui di daerah-daerah tersebut.

Namun budaya papeda mengalami perluasan hingga ke pulau-pulau lain di sekitar Papua. Termasuk salah satunya adalah ke daerah Maluku Utara. Bahkan kini papeda juga dikenal sebagai makanan khas Maluku Utara.

Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa papeda merupakan bentuk kebudayaan Indonesia yang sudah cukup tua. Sehingga budaya papeda perlu dijaga agar tidak hilang dimakan oleh zaman.

Sebab seperti yang Anda ketahui bahwa pergeseran budaya terus terjadi. Terlebih dengan mudahnya komunikasi dan akses membuat asimilasi budaya mudah terjadi. Jika tidak dijaga, budaya-budaya lokal dapat tergerus.

Begitu juga dengan budaya papeda yang ada di daerah timur Indonesia. Hal ini harus dipertahankan agar jangan sampai olahan papeda hilang dan hanya menjadi sejarah semata.

Apalagi pembuatan papeda sangat erat kaitannya dengan pohon sagu. Sehingga untuk menjaga budaya ini, pemeliharaan terhadap alam seperti hutan harus ditingkatkan agar tidak terjadi alih fungsi hutan.

Makanan Khas Maluku Utara yang Kaya Akan Filosofi

Tahukah Anda bahwa ternyata hidangan papeda memiliki filosofi yang begitu kuat. Oleh karena itu papeda sering kali disajikan di dalam upacara-upacara adat di masyarakat setempat.

Sehingga selain memiliki cita rasa yang nikmat, papeda juga memiliki banyak nilai-nilai bermanfaat. Berikut ini adalah beberapa filosofi yang bisa diambil hikmahnya dari sajian papeda.

1. Ruang Diskusi Dalam Keluarga

Untuk menyantap papeda, biasanya akan menggunakan peralatan makan tradisional bernama helai dan hote. Helai adalah peralatan tradisional yang terbuat dari kayu dan digunakan untuk menyajikan papeda.

Sementara hote merupakan piring berbahan kayu yang digunakan untuk menyantap papeda. Tradisi memakan papeda oleh masyarakat lokal disebut juga dengan sebutan helai mbai hote mbai.

Mbai sendiri memiliki arti satu. Filosofi dari menyantap papeda seperti ini adalah bahwa setiap orang di dalam keluarga saling terikat dalam sebuah kesatuan. Sehingga harus ada ruang diskusi dalam keluarga.

2. Sebagai Bentuk Rasa Syukur Dan Penghormatan

Makanan khas Maluku Utara ini juga memiliki filosofi sebagai bentuk rasa syukur serta penghormatan. Karena bagi masyarakat Indonesia Timur, sagu yang merupakan bahan dasar pembuatan papeda adalah hal berharga.

Karena itulah ketika proses memanen sagu masyarakat senantiasa mengadakan upacara khusus sebagai rasa syukur. Karena dengan sagu tersebutlah mereka bisa memberikan pemenuhan kebutuhan pada keluarganya.

Papeda juga sering disajikan pada upacara adat yang menandakan berakhirnya siklus kematian seseorang. Papeda akan diberikan kepada banyak orang yang membantu berlangsungnya proses upacara tersebut.

Ragam Cara Memakan Sajian Papeda

Tahukah Anda bahwa ternyata ada banyak cara untuk menyantap sajian makanan khas Maluku Utara satu ini. Berikut ini adalah beberapa cara yang biasanya dilakukan oleh masyarakat lokal dalam mengonsumsi papeda.

1. Papeda Panas Dengan Ikan kuah Kuning

Papeda yang berbentuk seperti bubur sebenarnya juga dikenal sebagai papeda panas. Papeda ini biasanya disantap dengan beragam pelengkap seperti salah satunya adalah ikan kuah kuning.

Ada beragam jenis ikan yang biasa disajikan bersama kuah kuning. Seperti misalnya ikan tongkol, ikan kakap merah, ikan kue, ikan bubara dan juga ikan gabus.

2. Papeda Panas Dilengkapi Sayur Daun Melinjo

Selain disantap dengan pelengkap ikan kuah kuning. Papeda juga sering dinikmati bersama olahan daun melinjo muda. Hal ini membuat makanan khas Maluku Utara ini semakin nikmat disantap.

Sayur daun melinjo muda atau yang sering disebut sayur ganemo memberikan cita rasa tambahan pada papeda. Selain itu sayur ini juga menambah manfaat dari sajian khas satu ini.

3. Papeda Seperti Lontong

Selain terdapat papeda panas, ternyata juga terdapat papeda bungkus. Hidangan yang satu ini memiliki rupa yang mirip lontong karena dibungkus menggunakan daun pisang atau daun waibu.

Uniknya papeda bungkus ini bisa bertahan dalam waktu lama tanpa disimpan di dalam lemari es. Bahkan daya tahan papeda bungkus bisa mencapai satu bulan walau hanya disimpan di atas meja.

Manfaat yang Didapat dari Papeda

Selain nikmat dan mengenyangkan, ternyata makanan khas Maluku Utara ini memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Sehingga sangat keliru jika dikatakan papeda memiliki derajat lebih rendah dibanding nasi.

Bahkan beberapa manfaat yang dimiliki oleh Papeda bisa lebih baik jika dibandingkan dengan makanan pokok lainnya. Berikut ini adalah beberapa manfaat dan kelebihan yang dimiliki oleh papeda.

1. Membersihkan Flek Di Paru-Paru

Papeda bungkus diyakini memiliki kemampuan untuk membersihkan flek yang ada di paru-paru. Oleh karena itu orang-orang yang hendak menjalani tes masuk kepolisian kerap memakan papeda bungkus sebelumnya.

Meski memang sebenarnya belum ada penemuan ilmiah yang menunjukkan hal ini. Namun berdasarkan pengalaman, sudah banyak orang yang membuktikan khasiat dari hidangan papeda bungkus ini.

2. Rendah Gula

Gula memang baik untuk tubuh. Namun jika berlebihan justru berbahaya karena bisa menyebabkan diabetes. Untungnya makanan khas Maluku Utara ini memiliki kadar gula yang rendah.

Oleh karena itu papeda bisa dikonsumsi oleh para penderita diabetes. Selain itu papeda juga bisa dikonsumsi oleh orang-orang yang sedang menjalani diet untuk menurunkan berat badan.

3. Menjadi Pengganti ASI Untuk Bayi Usia 6 Bulan

Diketahui bahwa papeda memiliki tekstur yang lembut karena 60 persennya merupakan air. Oleh karena itu papeda bisa diberikan kepada bayi sebagai asupan pengganti ASI ketika bayi sudah berusia 6 bulan.

Papeda adalah salah satu sajian khas yang sudah terkenal di Indonesia. Keunikan dan cita rasa yang dimiliki hidangan ini membuatnya dicari oleh banyak orang khususnya ketika mengunjungi Indonesia bagian timur.

Selain memiliki cita rasa nikmat, papeda ternyata juga memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Dengan kandungan gula yang rendah, makanan khas Maluku Utara ini cocok dikonsumsi ketika diet.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *