Makanan khas daerah Sunda

Makanan khas daerah Sunda mempunyai karakteristik yang sulit ditemukan di kawasan lain yaitu menggunakan berbagai jenis sayuran segar. Hal ini tidak lepas dari kondisi geografis Jawa Barat.

Dimana semua sayuran bisa tumbuh subur, banyak pegunungan sehingga mata pencaharian utama penduduknya adalah petani. Bukan hanya padi saja, ,masih ada cabai, kangkung, timun, toge, dan masih banyak lagi.

Tidak heran bila makanan khas daerah Sunda akan selalu menghadirkan lalapan tersebut di setiap hidangannya. Walaupun semuanya serba mentah, Namun kebersihannya tetap terjaga dan mengandung vitamin serta mineral tinggi.

Kesegaran dari lalapan tersebut membuat nafsu makan akan bertambah karena, penampilannya menarik dan sedap dipandang mata. Karakteristik lain yang bisa dijumpai adalah rasanya kompleks dari asin, pedas, dan manis.

Jadi, saat menikmati makanan khas daerah Sunda walau hanya satu suapan saja pencinta kuliner akan langsung tergoda. hal ini disebabkan kualitas dari sayuran tersebut tetap terjaga dengan baik.

Belum terkontaminasi dengan bahan apa saja. Bila dilihat lebih dalam lagi, cara seperti ini meniru budaya dari Jepang. Dimana, mereka menyukai berbagai olahan mentah, menurut penelitiannya kandungan gizi lebih tinggi.

Karakteristik lain yang bisa dilihat dari penyajian berbagai menu adalah tingkat kreativitasannya. Ada berbagai bahan menurut sebagian orang kurang bagus di olah tetapi, mampu menjadi sesuatu yang nikmat.

Makanan Khas Daerah Sunda Tutug Oncom

Makanan Khas Daerah Sunda
Sumber image: indonesia.go.id

Salah satu contohnya adalah Nasi Tutug Oncom, berasal dari daerah Tasikmalaya. Sesuai namanya kuliner satu ini terbuat dari nasi kemudian dicampur dan diaduk menggunakan oncom yang digoreng atau bakar.

Secara etimologi, makanan khas daerah Sunda tersebut merupakan tiga gabungan kata yaitu, sangu merujuk pada nasi sebagai makanan utama bangsa Indonesia sistem pengolahannya menggunakan beras yang direbus hingga matang.

Selanjutnya adalah tutug, artinya adalah ditumbuk serta oncom merupakan olahan dari hasil fermentasi khas Jawa Barat. Bila dilihat dari teksturnya hampir mirip tempe. Karena cara pengolahannya memang hampir mirip.

Mulai dari kapang kemudian mengeluarkan Spora setelah itu mulai diperdagangkan ke pasar. Bagi masyarakat Jawa Barat, olahan tersebut menjadi favorit penganti tempe. Bila dilihat dari nilai gizi yang ditawarkan lengkap.

Perlu diketahui bahwa, makanan khas daerah Sunda ini mempunyai sejarah panjang. Bahkan, beberapa peneliti menilai naik tingkat. Bukan hanya, penduduk Jawa Barat saja, wisatawan dari berbagai wilayah ikut menyukainya.

Sampai saat ini perkembangannya bisa dinilai luar biasa. Walaupun banyak hidangan baru bermunculan, namun menu yang sudah ada sejak tahun 1940 ini tetap bertahan dan masuk ke berbagai restoran berbintang.

Sejarah Makanan Khas Daerah Sunda Tutug Oncom

Ada cerita menarik dari perjalanan Nasi Tutug Oncom ini. Dimana, dulu banyak masyarakat hidup di bawah kemiskinan, terutama masyarakat Sunda. Walaupun mempunyai panorama alam dan lahan pertanian melimpah.

Namun mereka belum bisa menikmatinya karena, masih ada penjajah. Semua barang komoditas tersebut dijual dengan harga sangat murah. Bahkan, diluar batas kewajaran sayangnya, mereka sulit memberontak atau mengeluh.

Sehingga, untuk membeli beras saja susah sehingga, mereka harus mencari cara lain. Kondisi tersebut menjadi inspirasi dari makanan khas daerah Sunda tersebut. Salah satunya memanfaatkan oncom dan mencampurnya dengan nasi.

Kondisi tersebut membuat porsi yang hanya sedikit menjadi cukup banyak dan lebih padat. Pada dasarnya dulu, masyarakat lebih memilih untuk kenyang terlebih dulu dibandingkan menikmati berbagai menu tambahan.

Misalnya, ayam, tahu, atau tempe goreng. Perpaduan antara oncom dan nasi ini ternyata mempunyai cita rasa yang khas dan nikmat. Tidak cukup sampai disitu saja, mereka mencoba menambahkan berbagai lauk.

Hingga akhirnya, makanan khas daerah Sunda ini terbentuk. Seiring berjalannya waktu, lauk ini berkembang bukan hanya sederhana saja. Tetapi, jauh lebih banyak lagi seperti ada ikan, berbagai sayuran hingga sambal.

Penambahan sambal tersebut menjadi salah satu ciri khasnya. Dengan penambahan tersebut, cita rasanya menjadi lebih sempurna, ada gurih, manis, dan pedas. Sehingga, memenuhi kekayaan rasa Nusantara.

Menikmati Makanan Khas Daerah Sunda

Sekarang, Nasi TO ini sudah naik kelas, bukan lagi menu untuk rakyat miskin seperti zaman dulu. Kondisi tersebut bisa dilihat dari beberapa tempat mulai menghadirkan makanan ini.

Dari kaki sampai bintang lima, ada beberapa alasan mengapa Anda saat berkunjung ke Jawa Barat harus menikmatinya. Seperti, cita rasanya khas yang menggugah selera. Memang, setiap tempat memiliki ciri khasnya.

Contohnya, Anda membeli makanan khas daerah Sunda tersebut di warung kaki lima. Biasanya, lauk yang disajikan sederhana dan jumlahnya maksimal dua atau tiga serta sambal. Saat membeli di restoran bagaimana?

Tidak jauh berbeda hanya saja penampilan jauh lebih bagus. Terkadang ada yang membentuknya seperti tumpeng atau dibungkus dengan daun pisang satu persatu sekaligus lauknya, Penampilan seperti ini menjadi petunjuk nyata.

Makanan khas daerah Sunda ini ternyata sudah berbeda kelas. Rentangnya terlalu jauh dan harganya sendiri mulai dari Rp20 ribuan. Tergantung dari lauk yang disajikan serta otentiknya nasi oncom tersebut.

Poin pentingnya adalah saat satu suapan ke mulut, harus kaya akan rasa dasar. Karena, tidak menggunakan bumbu rempah jadi, manis, gurih, asin, dan pedas menyatu di dalam hidangan yang disajikan.

Untuk menciptakan perpaduan tersebut, yang harus diperhatikan adalah pembuatan oncomnya. Bila berhasil dan sesuai harapan, maka saat dicampurkan dengan nasi hasilnya membuat siapa saja pasti ingin menikmati lagi.

Proses Pembuatan Makanan Khas Daerah Sunda

Dalam peroses pembuatannya memang membutuhkan waktu lama. Oncom akan dihancurkan terlebih dulu menjadi berbagai bulir. Kemudian, di jemur di bawah sinar matahari sampai kering selama satu hari penuh.

Makanan khas daerah Sunda tersebut mengalami proses berikutnya dengan ditambah dengan bumbu penyedap, proses ini akan menjadi penentu bagaimana cita rasa nantinya. Selanjutnya, lakukan penjemuran kembali.

Hal ini dimaksudkan agar semua cita rasanya meresap sampai ke dalam. Jadi, setiap gigitan bumbunya akan terasa nikmat. Penjemuran akan berakhir ketika warnanya sudah memudar menjadi cokelat muda.

Langkah berikutnya dalam membuat makanan khas daerah Sunda ini akan masuk ke tahap garang. Dimana, buliran tersebut akan dimasak kembali hanya saja, tidak menggunakan minyak sampai matang.

Untuk mengetahuinya akan tercium aroma sedapnya. Langkah seperti ini harus diperhatikan benar, bila tekniknya kurang tepat terutama dalam penjemuran hingga pemberian bumbu penyedap, maka saat disantap juga kurang nikmat.

Pembuatan oncom untuk makanan khas Sunda ini dibuat dadakan. Alasannya, kondisi bahan utama tersebut tidak mampu bertahan lama. Maksimal, dua sampai lima jam saja, agar cita rasanya tetap terjaga.

Maksimal hanya disimpan selama satu hari saja. Walaupun sudah dimasukkan ke dalam freezer atau kulkas hasilnya tetap sama saja. Lebih dari batas itu oncom akan berubah menjadi racun

Pengolahan terakhir adalah mencampurkan oncom tersebut dengan nasi hangat. Nasi Tutug Oncom menjadi makanan Sunda yang harus Anda nikmati bila berkunjung ke wilayah Jawa Barat, pasti langsung ketagihan.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *