Gudeg merupakan makanan khas Daerah

  • Budayanesia
  • Jun 23, 2022
Gudeg merupakan makanan khas Daerah

Gudeg merupakan makanan khas Daerah Istimewa Yogyakarta yang sangat populer di kalangan para pecinta kuliner. Masakan gudeg banyak disukai oleh berbagai kalangan, baik oleh orang Jogja maupun luar Jogja.

Rasa gudeg memberikan pengalaman kuliner yang berbeda karena memadukan tekstur yang gurih, pedas, dan manis. Penggunaan sayur dan lauk yang bervariasi membuat penikmatnya lebih mudah kenyang. Meskipun demikian, makanan ini tidak hanya sekadar mengenyangkan, tetapi juga bergizi banyak.

Gudeg Merupakan Makanan Khas Daerah Istimewa Yogyakarta

Ada sejumlah fakta menarik dari makanan gudeg. Apa saja? Simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini:

1. Sejarah Gudeg

SejaraGudeg merupakan makanan khas Daerahh Gudeg

Gudeg makanan khas yang legendaris karena telah ada sejak awal berdirinya Yogyakarta. Pada abad ke-16, para prajurit yang berasal dari Kerajaan Mataram membedah hutan belantara dengan tujuan membangun peradaban baru (saat ini terletak di Kotagede).

Tidak disangka, ternyata di hutan tersebut banyak ditumbuhi pohon kelapa dan nangka. Para prajurit akhirnya memasak kelapa dan nangka dengan menggunakan ember besar berbahan logam dan diaduk memakai pengaduk besar yang bentuknya mirip dayung perahu.

Proses mengaduk makanan tersebut dinamakan hangudek yang tidak lain adalah sejarah gudeg. Dari mengolah makanan yang tidak terduga tersebut, kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Kota Gudeg.

2. Makanan Segala Golongan

Gudeg merupakan makanan khas Daerah

gudeg tidak hanya disantap oleh orang yang kaya. namun, makanan khas Indonesia ini juga biasa dikonsumsi oleh orang-orang dari ekonomi menengah ke bawah. Hal ini karena harga gudeg sangat terjangkau dan dapat ditemukan di berbagai rumah makan, baik yang di pinggir jalan maupun di restoran mewah.

bisa dibilang, gudeg adalah makanan pemersatu rakyat karena siapa saja dapat menyantapnya tanpa mengenal kasta.  makanan yang satu ini juga lebih fleksibel karena dapat dikonsumsi dengan aneka lauk pauk seperti telur, tempe, ataupun daging ayam.

3. Dapat Disantap Kapan Saja

Gudeg merupakan makanan khas Daerah

gudeg adalah makanan khas Jogjakarta yang dapat disantap kapan saja, baik untuk sarapan, makan siang, ataupun makan malam. tidak cukup sampai di situ, bahkan banyak warung makan yang menjual gudeg sejak dini hari.

makanan yang satu ini sangat nikmat disantap untuk sarapan untuk mengisi energi karena kandungan gizinya yang sangat mencukupi. menyantap gudeg di waktu siang pun tidak mengurangi rasa nikmatnya, apalagi di temani dengan es jeruk atau es teh.

selain itu, orang Jawa juga memiliki filosofi bahwa suatu makanan paling nikmat jika disantap di malam hari. umumnya, kalangan yang menyantap makanan khas Jogja ini di malam hari adalah para lelaki yang dinikmati sambil berbincang ria.

4. Bergizi Tinggi

bergizi tinggi

menurut para ilmuwan, gudeg merupakan jenis makanan yang kaya akan kandungan serat. Kandungan serat pada gudeg banyak ditemukan di rebung, nangka, atau manggar. aneka bahan makanan tersebut berkhasiat untuk mengikat racun serta memperbesar volume feses.

makanan ini juga disebut-sebut sebagai pencegah kanker dan mampu memperkuat tulang. pasalnya, gudeg memiliki kandungan kalsium dan fosfor yang kaya, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menambah energi.

5. Jalan Wilijan Tumpuan Kota Gudeg

Jalan Wilijan Tumpuan Kota Gudeg

Pada rentang tahun 1970 sampai 1980-an, gudeg dijadikan sebagai ikon Yogyakarta, tepatnya di Jalan Wilijan. momen tersebut terjadi saat Yogyakarta masih digencarkan sebagai kota pariwisata.

Di kawasan ini berjejer para penjual gudeg yang menyajikan masakan serupa, namun rasanya berbeda-beda. bisa dibilang, setiap penjual mempunyai ciri khas masing-masing, sehingga tidak khawatir dengan persaingan usaha yang ketat meskipun dagangannya serupa.

Gudeg merupakan makanan khas Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi salah satu kuliner paling dicari oleh para pelancong atau wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Kurang lengkap rasanya jika datang ke Jogjakarta tanpa menyantap hidangan khas daerah tersebut.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.