Makanan Khas Suku Minang

Makanan khas Suku Minang selalu identik dengan Padang. Dimana, secara keseluruhan di dominasi cita rasa pedas dan kuah kental. Tidak heran bila banyak orang selalu mengingatkan kadar kolesterol bila berlebihan.

Gurih dari santan akan terasa nikmat bila dipadukan dengan pedasnya cabai. Masih ditambah lagi menggunakan berbagai macam bumbu rempah melimpah. Sehingga, menciptakan sensasi luar biasa hanya dalam satu gigitan.

Makanan khas Suku Minang tidak akan jauh dari berbagai bumbu seperti cengkeh, pala, hingga kayu manis. Ditambah lagi dengan ramuan aromatik seperti daun jeruk, daun kapulaga, kunyit, serai, hingga lengkuas

Beberapa orang juga menambahkan jinten untuk menyempurnakan rasanya. Karakteristik ini memang tidak lepas sejak masa lampau. Dimana, kawasan Sumatera Barat menjadi perdagangan cukup ramai terutama, pedagang dari Arab dan India.

Dari sini, terbentuklah makanan khas Suku Minang yang memiliki cita rasa pedas. Karena, penggunaan rempah tersebut mampu menghangatkan tubuh. Tidak heran bila para pedagang terutama bangsa eropa menyukai sajian kulinernya.

Perlu diketahui, ciri khas lain yang bisa ditemukan adalah kewajiban dalam menggunakan cabai. Menariknya, hampir semua jenis digunakan semua mulai merah, hijau, keriting, besar sampai dengan rawit.

Penggunaannya wajib diulek hingga benar-benar halus, inilah alasan mengapa aroma dari menu Minang selalu menghadirkan sensasi berbeda ketika disantap. Bahkan, ada pekerja khusus mengulek karena butuh waktu 15 menit.

Makanan khas Suku Minang Nasi Kapau

makanan Khas Suku Minang
jurnalasia.com

Diantara beberapa menu yang disajikan, Nasi kapau menjadi salah satu menu wajib untuk dinikmati saat berkunjung. Hidangan tersebut berasal dari daerah Kapau Agam, jadi penamaannya disesuaikan dengan tempatnya lahir.

Makanan khas Suku Minang ini terinspirasi dari sebuah filosofi yang terus dipercaya hingga sekarang. Mengenai aktivitas merantau ini, sering dilakukan oleh orang Minang pada umumnya dan menjadi sebuah tradisi.

Menurut sejarahnya, inspirasi menu satu ini berawal sejak perdagangan terjadi di Selat Malaka. Pedagang datang berasal dari berbagai negara seperti, India, Asia Timur, Eropa, serta Arab.

Mereka mencoba mencari berbagai bahan sebagai cikal bakal dari pembuatan makanan khas Suku Minang tersebut. Bukan hanya pedagang saja, ternyata para saudagar juga datang dan membeli berbagai rempah pilihan.

Para Saudagar ini kemudian, dihidangkan Nasi Kapau dengan berbagai macam lauk seperti,  kuah kari, daging gulai, tambunsu sampai gajeboh. Menariknya, seluruh saudagar ini menyukainya dan jadi perbincangan hangat.

Makanan khas Suku Minang yang awalnya hanya itu saja, akhirnya mulai berkembang seiring penjajah mencoba mengeluarkan seluruh laki-laki dari rumah gadang. Menyikapi hal tersebut, para perempuan akhirnya mulai berdagang.

Beberapa orang yang kembali lagi ke rumah, membawa pengaruh cukup besar. Dimana, mulai dari rasa, lauk serta penampilannya sangat berpengaruh. Tidak cukup sampai disitu, keragaman tersebut membuat Nasi Padang tumbuh.

Makanan Khas Suku Minang Serupa Tetapi Tidak Sama

Dalam perkembangannya Nasi Kapau ini justru tenggelam keberadaannya, Tetapi, Nasi Padang semakin tumbuh dan keberadaannya dapat ditemui di seluruh Indonesia. Dengan cita rasa autentiknya, apakah kedua kuliner tersebut sama?

Sayangnya, makanan khas Suku Minang tersebut berbeda. Memang menggunakan sayuran dan berbagai lauk hanya saja gulai yang ditawarkan berbeda. Warnanya kuning pekat, dan cita rasanya lebih asam.

Selanjutnya, untuk menikmatinya bisa disantap hanya menggunakan satu lauk saja. Berbeda dengan Padang di mana, lauknya begitu banyak dan beragam. Penggunaan gulai memang pekat hanya saja jauh dari kapau.

Perbedaan lain dua makanan khas Suku Minang tersebut dapat dilihat dari sayurannya. Ada kol, nangka, serta kacang panjang. Untuk padang sendiri daun singkong dan nangka. Mana yang lebih enak?

Keduanya mempunyai cita rasa khas. Tetapi, Kapau lebih unggul di atas. Penggunaan bumbu rempah jauh lebih pekat. Memang pedas tetapi, masih ramah untuk semua orang. Apalagi ciri khas kuliner ini.

Menggunakan lauk rendang ayam, tidak hanya itu saja makanan khas Suku Minang ini juga memanfaatkan Gulai Tambunsu sebagai salah satu lauk yang wajib untuk disantap saat pergi ke lapaknya.

Perbedaan selanjutnya, ada pada kiosnya. Dimana, untuk pedagang Nasi Kapau sendiri mempunyai meja lebih pendek, bukan etalase. Dengan begini Anda tidak akan salah masuk dan siap untuk menyantapnya.

Lauk Makanan Khas Suku Minang Gulai Tambunsu

Salah satu lauk yang wajib untuk dimasukkan dalam piring kecuali nangka, kacang panjang serta kol adalah Tambunsu. Dalam bahasa Indonesia memiliki arti usus sapi. Cita rasa menu ini tiada duanya.

Untuk membuat salah satu menu dari makanan khas Suku Minang tersebut Anda perlu beberapa bahan penting seperti usus sapi, jeruk nipis, santan, daun kunyit, jeruk, salam. serai, dan kentang kupas.

Selanjutnya, tambahkan telur ayam, tepung bumbu, garam serta gula pasir. Untuk bumbu dasarnya sendiri wajib menggunakan bawang merah dan putih, lengkuas, jahe hingga kunyit. Agar cita rasanya sempurna.

Pastikan setiap bumbu mampu dalam makanan khas Suku Minang tersebut di masak dengan benar terutama dalam proses penghalusan. Jadi, pastikan semuanya benar-benar halus. Jangan sampai ada yang kasar.

Walau hanya sedikit saja akan mempengaruhi rasanya. Untuk memasaknya tidak boleh menggunakan api besar tetapi, pastikan kecil. Sehingga, semua bumbu dapat teresap sempurna ke dalam usus agar empuk.

Makanan khas ini juga harus memperhatikan bagaimana pengolahan usus dengan benar. Dimana salah satu ujung pada usus tersebut harus diikat secara kencang terlebih dulu baru masukkan ke adonan.

Keunikan dari gulai tambunsu tersebut adalah tidak muncul sama sekali aroma amis didalamnya. Seperti diketahui bahwa. usus merupakan organ dalam sapi yang mempunyai kesempatan memunculkan aroma tak sedap.

Lauk Makanan khas Suku Minang Gulai Gajeboh

Tidak hanya Gulai Tambunsu saja, pengunjung terkadang juga bisa menikmati Gajeboh. sama-sama dari daging sapi berlemak. Nama lain menu tersebut adalah Sandung Lamut. Bagian digunakan adalah punuknya.

Makanan khas yang jadi lauk dari Nasi Kapau tersebut hampir 90% merupakan lemak kenyal disandingkan dengan kuah asam pedas. Hampir mirip asam pade hanya saja tidak menggunakan santan.

Bisa dikatakan, lauk ini menjadi sesuatu yang sekarang cukup langka. Karena, pengolahan dan bahan utamanya memang cukup sulit. Jika, ada pasti harganya akan melambung tinggi, sehingga pedagang harus berpikir lagi.

Dalam pengolahannya, Anda akan mendapati menu tersebut dengan tingkatan cita rasa mulai dari gurih, hal tersebut dipengaruhi oleh penggunaan gajih, Semakin banyak akan terasa sangat gurih sekali.

Lauk dari Makanan khas tersebut menggunakan cabai yang cukup banyak. Jangan heran bila warnanya sangat pekat, berbeda dengan gulai lainnya yang masih berwarna sedikit kuning.

Kuliner khas ini sendiri memang sedikit berbeda dengan Nasi Padang. Dimana, keberadaannya sudah cukup banyak dan tersedia di hampir seluruh kota. Sementara, untuk kapau sekarang baru tersedia di Kota besar.

Menikmati cita rasa menu ini Anda bisa memilih, mau lauk apa. Hanya saja perlu menjadi catatan hati-hati terhadap kolesterol. Karena, makanan khas tersebut kaya akan minyak dan lemak.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *