Makanan khas Daerah Jawa timur

Makanan khas daerah Jawa Timur memiliki karakteristik yang khas. Cita rasanya dominan pedas, jangan heran bila berbagai menu selalu berdampingan dengan sambal. Salah satu menunya adalah Nasi Rawon.

Kuliner tersebut mempunyai kondimen cukup sederhana. Mulai dari daging, kuah warna hitam, tauge, sambal, telur asin, dan kerupuk. Jika, semua disantap menjadi satu rasanya begitu nikmat dan membuat nagih.

Apalagi, makanan khas daerah Jawa Timur disantap saat pagi hari saat suhu udara sangat dingin. Kehangatan dari bumbu rempah merasuk sampai ke dalam tubuh. Tidak heran bila banyak yang menyukainya.

Untuk menikmatinya cukup mudah karena, hampir setiap tempat menyajikan hidangan ini. Bukan hanya warung kaki lima saja, tetapi restoran elit kelas atas juga mulai menghadirkannya dengan penampilannya yang cukup menarik.

Kenikmatan dari makanan khas daerah Jawa Timur tersebut memang sudah terkenal hingga ke seluruh penjuru. Tidak heran bila sekarang, banyak warung mulai menawarkan menu ini dan disesuaikan dengan daerahnya.

Misalnya, berada di Yogyakarta yang terkenal dengan hidangan manisnya. Maka, penggunaan rempah tidak akan terlalu banyak. Cita rasa manis masih dipertahankan, tetapi tidak mengubah strukturnya secara keseluruhan.

Jadi, saat menyantapnya dengan menutup mata. Anda masih bisa mengenalinya sebagai Nasi Rawon. Kesuksesannya hadir di berbagai penjuru Nusantara, tidak terlepas dari bagaimana sejarahnya yang konon sudah hadir sejak lama.

Sejarah Makanan Khas Daerah Jawa Timur

Sejarah Makanan Khas Daerah Jawa Timur
liputan6.com

 

Menurut sejarahnya, hidangan tersebut ternyata sudah ada sejak 1000 tahun lalu. Hal tersebut dibuktikan melalui penemuan sebuah prasasti Taji. Dimana, nama menu ini juga disebutkan tetapi, namanya adalah rarawwan.

Makanan khas daerah Jawa Timur ini terus berkembang dan diajarkan secara turun-temurun bagaimana cara pembuatannya. Tidak heran bila perkembangannya begitu pesat sampai sekarang dan selalu menjadi pilihan.

Sampai saat ini, banyak peneliti masih melakukan penelitian dari mana sebenarnya asal-usulnya. Karena, masih belum jelas hingga saat ini serta belum ada yang bisa memecahkan misteri tersebut.

Makanan khas daerah Jawa Timur ini konon menjadi kesukaan para Raja. Dimana, ada kepercayaan sebelum disukai, Rawon sendiri menjadi menu khas rakyat jelata. Hal tersebut dibuktikan melalui penggunaan kluwek.

Sebagai salah satu kuliner legendaris, hidangan ini termasuk yang memiliki penggemar cukup banyak. Kondisi itu terjadi karena, cita rasanya memak unik, tidak ada kuah hitam yang rasanya enak seperti Rawon.

Walaupun sudah banyak hidangan baru bermunculan tetapi, makanan khas daerah Jawa Timur tersebut tidak pernah ada habisnya. Tetap saja dicari, Apalagi kalau Anda berkunjung ke Surabaya, pilihannya cukup banyak.

Menariknya lagi, selalu hadir selama 24 jam. Kondisi itu hampir mirip bila Anda pergi ke Solo dengan nasi liwet, serta Yogyakarta melalui Nasi Gudeg. Bahkan, jenisnya searang sudah beragam.

Makanan Khas Daerah Jawa Timur Selalu Dinanti

Ada beberapa alasan mengapa kuliner ini banyak yang menyukainya. Dimana, penggunaan daging yang dipotong kecil tersebut terasa lebih empuk. Porsinya juga pas saat disantap karena, isiannya jauh lebih banyak.

Jadi, tidak hanya berisi menu sayuran saja. Alasan berikutnya mengapa makanan khas begitu disukai adalah efek pedas dihasilkan dari sambal pendampingnya. Penduduk Indonesia menyukai makanan pedas.

Dengan aneka rempah yang mendukung rasa tersebut, membuat penikmatnya selalu mencari kuliner tersebut. Apalagi, Bagian paling timur di Jawa tersebut sudah terkenal dengan hidangan ini. jadi, tujuan utama pasti Rawon.

Walaupun masih ada makanan khas lain yang bisa dinikmati. Namun sudah menjadi mind set bagi wisatawan kalau pergi ke Surabaya atau Malang harus menikmati Rawon terlebih dulu.

Beberapa orang mengatakan, kalau belum menikmati makanan khas tersebut, rasanya ada yang kurang. Kondisi tersebut memang nyata, apalagi kalau sudah pernah mencicipi kelezatannya, pasti ingin menikmatinya langsung.

Dari segi harga harus diakui cukup terjangkau. Coba saja bayangkan, untuk satu porsi hanya perlu membayar Rp25 ribu saja. Tergantung dari pemberian porsi daging serta jenisnya.

Mungkin, Anda bertanya dari mana sebenarnya kenikmatan Rawon tersebut? Apakah karena, potongan daging yang empuk, sambal, telur, asin atau memiliki kuah warna hitam? Karena, menu lain hampir tidak ada

Makanan khas dengan Kluwek

Inilah jawaban dari pertanyaan di atas. Dimana, menu tersebut harus dan wajib menggunakan rempah bernama kluwek. Sehingga, cita rasanya bertambah semakin gurih dan lezat. Tidak heran akan semakin nikmat.

Jika, makanan khas tersebut ditambah dengan sambal, Perpaduannya terasa sempurna berkecamuk di dalam mulut. Perlu diketahui bahwa, rempah yang jadi bahan utamanya merupakan bahan pengawet makanan.

Mempunyai sifat anti mikroba baik. Bila, sudah lama disimpan maka warnanya akan berubah menjadi hitam. Hanya saja, jangan sembarangan menggunakannya karena, bisa menjadi racun untuk tubuh Anda.

Sehingga, bahan utama pembuatan makanan khas tersebut bisa membuat Anda mual, sakit kepala hingga mual. Bila dikonsumsi dalam keadaan tinggi maka bisa menyebabkan kematian.

Lalu, bagaimana jadinya kluwek bisa dijadikan hidangan yang super nikmat dan diakui oleh dunia? Pertama, Anda harus mencuci rempah itu sampai bersih dan merebusnya pada suhu di atas 26 derajat.

Agar kandungan asam sianida tersebut menghilang. Sebelum, diolah menjadi makanan khas maka akan melakukan proses penyaringan. Lalu kerok bijinya ke dalam mangkok dan rendam kembali.

Diamkan kurang lebih 5 menit, baru kluwek tersebut bisa digunakan sebagai bahan untuk pembuatan kuah Rawon. Bagaimana cukup mudah bukan cara mengolahnya sebelum dijadikan sebagai kuah?

Makanan khas daerah Jawa Timur Menjadi Sup Terlezat

Cita rasanya yang lezat membuat berbagai macam prestasi datang. Hal itu terjadi pada tahun 2020 di mana, hidangan khas ini ditetapkan sebagai sup terenak di Asia, menurut versi taste atalas.

Penilaian tersebut dilakukan pada tahun 2020. Cukup mengagumkan karena, Rawon bisa mengalahkan berbagai sup di Asia. Penilaian bukan sembarangan dari polling begitu saja, melainkan murni para kritikus.

Serta beberapa survei yang dilakukan oleh lebih dari 60 ribu pembaca. Mereka menyatakan penggunaan rempahnya sangat terasa. Apalagi, mereka juga berani dalam mengolah kluwek. Dari yang beracun sebenarnya.

Menjadi hidangan super lezat dan mampu menghangatkan tubuh. Inilah salah satu alasan banyak kritikus dan nitizen mengapa memilih kuliner asli Indonesia. Menariknya, cita rasa di luar negeri juga dibuat otentik.

Jadi, warga negara Indonesia tinggal di luar negeri tidak terlalu kaget karena, secara keseluruhan cita rasa benar-benar sama persis. Kondisi ini cukup membanggakan karena, pesaingnya cukup berat.

Berasal dari Jepang, Filipina, dan Malaysia yang cita rasa makanannya tidak jauh berbeda. Tetapi, penggunaan rempahnya jadi ciri khas Indonesia dalam setiap masakannya, Bisa jadi pembeda cukup besar.

Rawon menjadi kuliner wajib yang tidak boleh ditinggalkan saat berkunjung ke Surabaya atau Malang. Karena, makanan khas daerah Jawa Timur sangat sayang bila harus dilewatkan begitu saja.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *