Baju Adat Kalimantan Timur

  • 4 min read
  • Jun 03, 2020
Baju Adat Kalimantan Timur

Provinsi Kalimantan Timur adalah sebuah provinsi yang beribu kota di Samarinda. Daerah ini merupakan sebuah wilayah yang kaya akan hasil tambang. Namun, ternyata provinsi terluas ke-3 di Indonesia ini juga kaya akan budaya. Kekayaan budaya ini dapat dilihat dari banyaknya baju adat Kalimantan Timur. Untuk mengenalnya lebih jauh, Budayanesia dapat menyimak penjelasannya berikut ini.

Keunikan Baju Adat Kalimantan Timur

Keunikan Baju Adat Kalimantan Timur

Pakaian adat dari Kaltim merupakan busana yang unik. Salah satu keunikan tersebut dapat dilihat dari motif bajunya yang berukuran besar dan berwarna-warni. Motif berwarna mencolok ini tampak semakin eye-catching pada dasar kain yang berwarna hitam.

Hal lain yang membuat pakaian ini unik adalah bahan kainnya. Baju adat Kalimantan Timur tertentu terbuat dari tenunan serat alam murni. Kain tersebut tentu saja sudah tidak mudah ditemukan pada saat ini. Selain seratnya yang alami, pewarna yang digunakan untuk pakaian, hiasan, maupun aksesoris pelengkapnya terbuat dari bahan alami.

Pakaian khas Kaltim juga terlihat unik karena dilengkapi dengan aksesoris yang menarik. Salah satunya adalah hiasan kepala yang digunakan oleh perempuan maupun laki-laki. Hiasan tersebut dibuat dari bulu unggas, terutama burung enggang, yang dipadukan dengan manik-manik dan kain bermotif unik.

Selain itu, pakaian adat Kaltim juga dipengaruhi oleh beragam budaya. Budaya yang paling dominan adalah budaya suku Dayak yang terdiri dari beberapa sub suku. Selain itu, budaya Melayu dan Jawa juga memberi pengaruh pada busana adat di provinsi ini.

 

Nama Baju Adat Kalimantan Timur

Di Kalimantan Timur terdapat beberapa baju adat yang umum dikenal. Sebagian baju tersebut masih sering digunakan sampai sekarang dalam upacara-upacara tertentu. Namun, sebagian sudah mulai jarang dikenakan. Jenis-jenis baju adat Kalimantan Timur adalah:

  1. Baju Adat Sapei Sapaq dan Ta’a

Baju Adat Sapei Sapaq dan Taa

Busana ini merupakan pakaian adat dari suku Dayak Kenyah. Suku tersebut merupakan salah satu suku Dayak yang tinggal di Kalimantan Timur. Sapei Sapaq merupakan pakaian untuk laki-laki dewasa. Busana ini terdiri dari rompi dan celana ketat yang dikenal dengan nama Abet Kaboq. Pakaian ini juga dilengkapi dengan mandau yang diikatkan di pinggang.

Ta’a merupakan pakaian untuk wanita Dayak dan terdiri dari rompi seperti pada busana pria. Rompi ini disebut Sapei Inoq. Saat memakainya, para wanita Dayak Kenyah memadukan dengan rok Ta’a. Selain itu, mereka juga mengenakan Da’a (hiasan kepala). Baik pakaian wanita maupun pria biasanya memiliki corak alam, contohnya harimau, burung enggang, dan tumbuhan.

  1. Baju Adat Kustin

Baju Adat Kustin

Pakaian ini berasal dari suku Kutai. Nama baju adat Kustin ini berarti busana kebesaran. Baju adat Kalimantan Timur ini biasanya digunakan oleh kalangan menengah atas dan terbuat dari beludru hitam.

Pada ragam baju ini, para pria Kutai mengenakan pakaian berlengan panjang dan berkerah tinggi. Untuk bawahannya, mereka memakai celana panjang. Pada ujung lengan, kerah baju, dan celana terdapat hiasan keemasan yang disebut pasmen. Selain itu, ada beberapa aksesoris yang dikenakan, contohnya setorong atau tutup kepala.

Pada wanita, ragam busana ini terdiri dari atasan seperti yang dikenakan oleh pria Kutai, yaitu baju beludru hitam yang dihiasi pasmen. Perbedaannya pakaian ini ditambah dengan aksesoris dari sutra dan dilengkapi dengan rok serta mahkota.

  1. Baju Adat Sakai

Baju Adat Sakai

Pada dasarnya, baju adat ini cukup unik karena terbuat dari kain yang ditenun dari kulit atau serat kayu. Meski terbuat dari bahan yang tidak biasa, namun pakaian ini halus serta nyaman dipakai. Selain itu, keunikan  lain dari pakaian ini adalah motif batik celup khas Kutai.

Dahulu, busana ini hanya dikenakan oleh wanita saja. Namun, seiring dengan perkembangan baju adat Kalimantan Timur modern, baju ini juga dikenakan oleh pria dan bahannya tidak harus dari kain serat kayu. Baju ini berupa atasan lengan panjang, bawahan (tapeh badong) beserta aksesorisnya. Aksesoris ini berupa kalung, kembang goyang, bunga melati, dan mawar.

  1. Baju Adat Bulang Kuurung

Baju Adat Bulang Kuurung

Pakaian adat Bulang Kuurung ini tidak begitu banyak dikenal oleh masyarakat luar. Salah satu sebab mengapa pakaian ini kurang dikenal karena Bulang Kuurung tidak dikenakan oleh semua golongan masyarakat. Hanya orang tertentu saja yang menggunakannya.

Bulang Kuurung terdiri dari tiga jenis pakaian. Ketiga jenis tersebut dibedakan berdasarkan lengannya. Ada yang tidak memiliki lengan dan ada yang memiliki lengan pendek. Selain itu, ada juga yang memiliki lengan panjang atau yang dikenal dengan sebutan Lengke.

  1. Baju Adat Bulang Burai King

Baju Adat Bulang Burai King

Baju adat Kalimantan Timur yang satu ini jauh lebih populer daripada Bulang Kuurung. Bulang Burai King Lazim dikenakan pada upacara adat masyarakat Dayak dan terutama untuk peperangan. Baju ini berwarna hitam dan dihiasi dengan banyak manik-manik mencolok. Selain itu, pemakainya juga menggunakan pernak pernik etnik serta hiasan kepala dari bulu burung.

  1. Baju Adat Dayak Ngaju

Baju Adat Dayak Ngaju

Masyarakat Dayak Ngaju yang tinggal di Kalimantan Timur tidak terlalu banyak karena kebanyakan dari mereka tinggal di Kalimantan Tengah. Meski demikian, pakaian adat mereka ikut mewarnai keanekaragaman budaya Kaltim. Busana adat untuk wanita berupa rompi, rok pendek, dan ikat pinggang.

Sedangkan busana untuk pria adalah rompi, penutup tubuh bagian bawah dari kain, dan ikat pinggang. Baik wanita maupun pria mengenakan aksesoris yang cukup mirip. Aksesoris tersebut berupa hiasan kepala dari burung enggang, kalung manik-manik, dan gelang. Pakaian dari Dayak Ngaju ini juga berwarna hitam serta memiliki hiasan berwarna mencolok.

 

Baju Adat Kalimantan Timur untuk Menikah

Baju Adat Kalimantan Timur untuk Menikah

Adat pernikahan sepasang pengantin di Kalimantan Timur cukup beragam. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan berbagai suku yang ada di wilayah ini. Dengan adanya keberagaman ini, pakaian pengantin yang digunakannya juga cukup beragam. Selain baju Kustin dan Sakai, warga Kaltim juga menggunakan busana Anta Kusuma dalam pernikahan.

Busana ini terkadang disebut sebagai juga Kutai Kuning. Dahulu, pakaian tersebut hanya boleh dikenakan oleh bangsawan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Namun kini, pakaian ini boleh digunakan oleh rakyat biasa dalam prosesi pernikahan.

Pakaian anta kusuma berwarna dasar kuning, berlengan pendek dan dihiasi dengan manik-manik. Selain itu pakaian ini juga dipadukan dengan songket merah sebagai bawahannya  dan berbagai aksesoris. Untuk pengantin wanita, aksesoris yang digunakan adalah ikat pinggang, gelang, kalung, mahkota. Aksesoris yang dikenakan pengantin pria hampir sama, namun ditambah dengan pending.

 

Baju Adat Kalimantan Timur untuk Anak

Baju Adat Kalimantan Timur untuk Anak

Anak-anak di Kalimantan Timur terkadang mengenakan baju adat Kalimantan Timur untuk tujuan tertentu. Pakaian anak-anak ini memiliki model yang sama dengan pakaian orang dewasa. Namun detail dan hiasannya tidak sebanyak atau semeriah pakaian orang dewasa. Hal ini seperti yang dapat dilihat dalam kartun edukatif tentang pakaian adat Kaltim.

Baju adat Kalimantan Timur merupakan pakaian yang unik dan menarik. Namun, untuk membuatnya sendiri, Budayanesia akan membutuhakan banyak waktu dan biaya. Oleh karena itu, jika Budayanesia membutuhkannya, lebih baik menghubungi jasa sewa pakaian adat Kaltim. Sehingga, Budayanesia dapat menghemat waktu dan uang.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *