Rumah Adat Suku Minang Adalah

Rumah Adat Suku Minang Adalah

Budaya Minangkabau sudah lama dikenal telah mendiami wilayah Indonesia sejak 500 Masehi. Kebudayaan tersebut terletak pada arsitektur rumah tradisional yang unik. Ya, rumah adat suku Minang adalah gadang dan menjadi bentuk kebudayaan yang mencerminkan suku dari Sumatera Barat ini.

Ciri-ciri budaya Minang dapat dilihat di arsitektur rumah gadangnya yang unik. Rumah tradisional satu ini menampilkan identitas tersendiri yang membuatnya berbeda dari rumah adat lainnya. Hal ini dikarenakan desain interior dan tata letak rumahnya yang diatur oleh hubungan sosial dan budaya

Nama Rumah Adat Suku Minang

Rumah Adat Suku Minang Adalah

Rumah adat suku Minang disebut dengan gadang dan memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Arsitektur tradisional dari rumah ini bisa disaksikan lebih lanjut dalam elemen konstruksinya karena  sebagian besar dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya masyarakat tradisional.

Ya, sebagian masyarakat tradisional suku Minang menurut Brainly mengamalkan peran matrilineal atau otoritas melalui kekuatan garis keturunan ibu. Di Indonesia, masyarakat Minangkabau merupakan salah satu kelompok etnis terbesar yang banyak mempraktikkan tradisi budaya matrilineal.

Bahkan masyarakat suku Minang disebut sebagai suku terbesar di dunia yang masih memegang praktek budaya matrilineal ini. Nah, praktek ini juga terlihat jelas dari rumah adat gadang yang kebanyakan diwariskan kepada anak perempuan.

Desain rumah Minangkabau di Sumatera Barat masih dipengaruhi oleh kepercayaan budaya turun menurun. Hampir semua konstruksinya sangat dipengaruhi oleh alam.

Rumah-rumahnya berbeda dari rumah tradisional kelompok etnis lain. Rumah gadang mudah dikenali karena memiliki desain atap cekung yang bentuknya mirip tanduk kerbau atau bumbung bergonjong.

Sementara untuk ketinggian lantai rumah gadang biasanya merepresentasikan masyarakat hierarkis. Rumah-rumah adat di Sumatera Barat selalu diwariskan dari generasi ke generasi dan masih tetap ada hingga hari ini,

Sejarah dan Filosofi Rumah Adat Suku Minang

Rumah Adat Suku Minang Adalah

Rumah adat suku Minang adalah gadang yang artinya rumah besar dengan bentuk persegi panjang yang begitu luas. Keunikan dari arsitektur, konstruksi, dekorasi internal dan eksternal yang ada di rumah gadang ini mencerminkan budaya dan nilai-nilai orang Minang.

Rumah gadang sesuai dengan filosofi namanya yang berarti besar, maka rumah ini tidak hanya sebagai tempat tinggal, namun juga berfungsi sebagai aula untuk pertemuan keluarga, dan untuk kegiatan seremonial.

Rumah ini dimiliki oleh wanita dari keluarga yang tinggal di sana, dan kepemilikan diturunkan dari ibu ke anak perempuan.

Rumah sebagian besar terbuat dari kayu, dengan kombinasi bambu dan atapnya terbuat dari ijuk. Beberapa komponen yang ada di rumah memiliki filosofi masing-masing, yakni selalu dikaitkan dengan hubungan  Tuhan dan alam.

Rumah gadang secara tradisional juga memiliki ukiran kayu motif pada dinding kayu, pilar, dan langit-langit. Motifnya mencerminkan dan melambangkan budaya. Motifnya terdiri dari  desain tumbuhan yang didasarkan pada struktur geometris sederhana yang mendasarinya.

Motif ini juga muncul pada kain tenun (songket), sulaman, dan kerajinan lainnya. Warna berasal dari budaya Tionghoa. Secara tradisional, motifnya tidak menunjukkan binatang atau manusia dalam bentuk realistik, karena landasan tradisinya adalah Islam.

Bagian-bagian/Komponen Rumah Gadang

Interior rumah gadang didominasi oleh ruangan terbuka kecuali kamar tidur. Ruangan biasanya terdiri dalam jumlah ganjil tergantung pada seberapa banyak anggota keluarga. Berikut adalah beberapa bagian yang ada dalam rumah gadang:

1.            Gonjong

Rumah Adat Suku Minang Adalah

Gonjong merupakan struktur atap yang unik dari sebuah rumah gadang. Atap gonjongnya merepresentasikan kemenangan suku Minang ketika adu kerbau dengan suku Jawa.

Nah, ada hal unik dari atap rumah adat Minang yang berbentuk tanduk dan erat kaitannya dengan cerita Tambo Minangkabau Alam, yaitu cerita kemenangan jika terjadi perang antara orang Minang dan Jawa.

Untuk menghindari perang, maka strategi yang dilakukan adalah bernegosiasi dengan pertarungan antar kerbau. Kerbau Minang akhirnya menang, dan itu juga yang menjadi sejarah nama Minangkabau. Minang atau menang dan kabau artinya kerbau.

2.            Dindiang Ari

Rumah Adat Suku Minang Adalah

Struktur selanjutnya adalah dindiang ari atau dinding samping yang secara tradisional terbuat dari potongan anyaman bambu. Dindiang ari melambangkan kekuatan dan kebersamaan antara semua masyarakat Minangkabau.

Seluruh suku adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan, menjadi lebih besar dan kuat daripada berdiri sendirian.

3.            Anjuang

Rumah Adat Suku Minang Adalah

Ruangan utama dalam rumah gadang adalah anjuang, yang merupakan lantai atas. Anjuang merupakan tempat duduk yang lebih tinggi dari ruang lainnya dan biasanya hanya bisa digunakan oleh pemimpin suku ketika mengadakan upacara adat.

4.            Rangkiang

Rangkiang

Rangkiang adalah lumbung padi yang biasanya diletakkan di halaman depan rumah. Rangkiang idealnya selalu ada dalam setiap rumah gadang karena fungsinya sebagai tempat menyimpan hasil panen.

Rangkiang juga memiliki struktur atap seperti melengkung berbentuk tanduk kerbau, tetapi dalam ukuran yang lebih kecil di kedua sayap atapnya.

Keunikan Rumah Gadang dari Suku Minang

Tradisi Minangkabau mengajarkan masyarakatnya untuk hidup selaras dengan alam. Setiap komponen alam, matahari, bulan, sungai dan tumbuhan  memiliki fungsi khusus untuk memberikan rezeki dan kebahagiaan bagi manusia.

Tradisi tersebut juga merepresentasikan bahwa fungsi alam juga bagus untuk diadaptasi sebagai aturan tradisi. Aturan ini kemudian diterjemahkan ke dalam arsitektur yang terlihat secara khusus di rumah adat gadang. Berikut adalah beberapa keunikan yang dimiliki oleh rumah adat suku Minang satu ini:

1.     Atap Dinding Rumah yang Mirip Tanduk Kerbau

Atap Dinding Rumah yang Mirip Tanduk Kerbau

Rumah gadang menjadi simbol yang terkait dengan tradisi dan budaya masyarakat Minangkabau yang sesungguhnya. Rumah adat satu ini memiliki atap yang berbentuk runcing di sisi kanan dan kirinya dan dibentuk seperti tanduk kerbau.

Arsitektur atap pada rumah gadang yang disebut bagonjong merupakan lambang ikonik rumah adat Sumatera Barat ini. Atap rumah gadang menjadi representasi simbolis identitas etnis Minangkabau.

2.     Desain Dinding yang Penuh Motif

Desain Dinding yang Penuh Motif

Desain dinding pada rumah gadang dibentuk dengan berbagai macam motif tumbuhan, pola geometris, bulan, matahari dan lainnya. Ukiran pada dinding biasanya yang berasal dari pola geometris bukan kepercayaan animisme mengingat kebanyakan suku Minangkabau ini memegang teguh ajaran Islam.

Jadi, sebisa mungkin semua pola bangunan yang ada di rumah adat gadang berdasarkan ajaran Islam, bukan kepercayaan animisme ataupun dinamisme.

3.     Jumlah Kamar Akan Disesuaikan dengan Jumlah Anak Perempuan

Jumlah Kamar Akan Disesuaikan dengan Jumlah Anak Perempuan

Keunikan dari rumah adat satu ini adalah jumlah kamar ditentukan oleh jumlah anak perempuan. Jadi, semakin banyak anak perempuan, ya akan semakin banyak pula kamar yang dibuat. Itulah mengapa tata letak ruangan di rumah ini tidak harus selalu dibangun secara permanen, tetapi bisa berubah-ubah.

Anak perempuan yang baru menikah akan diberikan ruangan yang lebih istimewa. Namun, ruangan itu tidak akan menjadi miliknya secara mutlak karena kamar akan diberikan kepada pengantin putri berikutnya.

Semua keunikan yang menyertai rumah gadang khas suku Minangkabau ini didasarkan pada nilai-nilai tradisi yang dibentuk berdasarkan keseimbangan dan harmoni dari alam. Selain rumah gadang, sebenarnya masih ada banyak rumah adat lainnya di Provinsi Sumatera Barat.

Rumah adat suku Minang adalah warisan kebudayaan yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Semua struktur rumah ini memiliki keunikan dan filosofinya masing-masing yang mencerminkan kekayaan identitas budayanya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *