Rumah Adat Suku Madura

Rumah Adat Suku Madura

Madura merupakan sebuah pulau yang terpisah dari provinsi Jawa Timur dan memiliki kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat Jawa Timur pada umumnya. Rumah adat suku Madura adalah salah satu bentuk kebudayaan tradisional yang dimiliki oleh suku ini.

Nama rumah adat Madura dari Jawa Timur ini dinamakan tanean lanjheng, yang mana artinya adalah halam yang panjang. Seperti apa sih keunikan dari rumah dari suku Madura ini? Apa yang membedakan rumah adat tanean lanjhang dengan beberapa rumah adat lainnya?

Nama Rumah Adat Suku Madura

Rumah Adat Suku Madura

Tanean lanjhang menurut Brainly adalah nama dari rumah adat masyarakat Madura. Rumah ini memiliki struktur bangunan dengan pola yang memanjang ke kanan sampai ke kiri, atau bisa juga sebaliknya.

Rumah akan dibangun dengan bentuk yang panjang karena menampung banyak anggota keluarga. Jadi, dalam satu rumah biasanya terdapat beberapa kepala keluarga. Uniknya, dalam satu komplek yang memiliki rumah tanean lanjhang, rata-rata semuanya masih ada ikatan darah atau kerabat sendiri.

Ya, masyarakat suku Madura memang populer dengan ikatan kekeluargaan yang dimilikinya. Ikatan keluarga inilah yang membuat suku ini terkenal dengan kekuatannya.

Tanean lanjhang sendiri dibangun karena terinspirasi dari bagaimana masyarakat suku Madura hidup dengan kebudayaan yang menyelimuti kehidupan mereka. Bentuk tanean lanjhang bisa dilihat dari gambar rumah adat suku Madura.

Sejarah dan Filosofi Rumah Adat Suku Madura

Rumah Adat Suku Madura

Sejarah adanya rumah adat tanean lanjhang adalah diawali dengan membuat sebuah rumah induk yang dikenal dengan istilah “Tonghuh”. Nah, tonghuh sendiri sebenarnya merupakan rumah leluhur atau yang dituakan dalam sebuah keluarga.

Kepala keluarga yang dituakan akan disebut dengan nama Somah. Kemudian, orang tua yang tinggal di Madura ini diwajibkan oleh Kepala Somah selaku leluhur di lingkungan tersebut untuk membuat sebuah bangunan rumah bagi anak-anaknya yang hendak menikah.

Jika anaknya adalah perempuan, maka rumah yang dibangun harus berada di sebelah timur.  Tradisi ini kemudian terus berlanjut dari generasi ke generasi hingga hari ini dan itulah mengapa rumah adat tanean lanjheng masih bisa ditemukan hingga detik ini.

Apabila susunan rumah tanean lanjhang ini sudah sangat panjang ukurannya, maka rumah bisa duakan diubah susunannya susunan saling berhadap-hadapan satu sama lain.

Bagi Kepala Somah, maka ia akan tinggal di tempat paling barat dari tonghuh. Biasanya bagian atap dari tonghuh akan dihiasi dengan 2 jengger ayam yang saling berhadapan. Jengger ini diatur seperti susunan batu nisan.

Hiasan jengger ini memiliki filosofi sebagai simbol yang selalu mengingatkan si pemilik rumah tentang adanya kematian.

Urutan untuk membangun rumah tanean lanjhang harus dimulai dari ujung barat, tidak boleh dimulai dari ujung timur. Nah, posisi tonghuh sebagai rumah yang paling tua tidak akan berpindah, tetap di bagian paling barat.

Selain itu, di setiap pintu rumah adat tanean lanjhang, selalu ada hiasan yang berupa ukiran asli karya suku Madura sendiri. Semua ukiran asli ini selalu dicat dengan menggunakan warna merah dan hijau. Kedua warna ini dipilih karena merepresentasikan perjuangan dan juga kesetiaan .

Tidak hanya ukiran saja yang bisa ditemukan di bagian pintu, namun ada juga lukisan berbentuk bunga. Filosofi dari lukisan yang dipajang di depan rumah ini adalah merepresentasikan sebuah ikatan keluarga yang harmonis.

Bagian-Bagian/Komponen Rumah Tanean Lanjhang

Rumah adat Madura sendiri mempunyai berbagai komponen yang masing-masing memiliki fungsinya. Mulai dari langgar sebagai tempat beribadah, halaman utama untuk bermain anak-anak hingga dapur untuk memasak. Berikut adalah beberapa komponen dalam rumah tanean lanjhang dan penjelasannya:

1.     Langgar

Rumah Adat Suku Madura

Langgar  adalah sebuah tempat ibadah kecil seperti musholla, namun dengan ukuran yang tidak terlalu luas. Keberadaan langgar dalam rumah tanean lanjheng sengaja dibuat sebagai simbol bahwasannya suku Madura adalah pribadi yang religius.

Setiap langgar dibuat dengan bentuk persegi panjang dan pada bagian belakangnya dibuat memanjang sampai 23 meter.

2.     Tanean

Rumah Adat Suku Madura

Tanean adalah sebuah halaman yang selalu ada di setiap rumah tanean lanjhang dan memiliki bentuk persegi panjang. Umumnya, tanen akan membentang dari arah kiri ke kanan dengan panjang mencapai 90 meter.

Fungsi dari tanean sendiri umumnya adalah sebagai tempat bermain anak-anak. Terkadang, tanean juga digunakan sebagai tempat untuk menjemur hasil panen para petani setempat ketika musim musim panen telah tiba.

3.     Rumah Utama

Rumah Adat Suku Madura

Bagian penting dalam tanean lanjhang adalah rumah utamanya. Sama seperti bagian lain yang memiliki bentuk persegi panjang, maka bagian rumah utama ini juga memiliki panjang hingga 11 meter dengan lebar rata-rata 6 meter.

Hanya saja ukuran panjang dan lebar yang disebutkan di atas bukanlah patokan yang pasti, sebab semua tergantung pada kebutuhan oleh sang pemilik rumah. Pada bagian rumah utama, suku Madura biasa menggunakannya untuk ruang tamu dan tempat tidur.

4.     Kandang

Rumah Adat Suku Madura

Kandang juga merupakan komponen penting yang harus ada dalam rumah adat suku Madura. Umumnya kandang di rumah adat tanean lanjhang mempunyai panjang 6,6 meter dengan lebar 6 meteran. Fungsi dari kandang sendiri adalah untuk menyimpan berbagai hewan ternak seperti kambing, sapi atau ayam.

5.     Dapur

Rumah Adat Suku Madura

Bagian terakhir dalam rumah adat suku Madura adalah dapur. Uniknya, dapur di rumah adat ini juga berbentuk persegi panjang. Rata-rata ukurannya adalah 4 m x 7 m. Namun, bisa juga ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan dari sang pemilik.

Selain itu, dapur milik suku Madura juga terpisah dengan bagian rumah utamanya. Hal ini dikarenakan sifat dapur yang sengaja dibuat untuk kebutuhan seluruh keluarga besar.

Keunikan Rumah Tanean Lanjhang dari Suku Madura

Bagi masyarakat suku Madura, rasa persaudaraan adalah ikatan yang paling diagungkan dari segalanya. Inilah yang menjadi ciri khas dari kebudayaan suku Madura dan hal itu terlihat dari rumah adatnya.

Hampir semua arsitektur  yang ada dalam rumah adat suku Madura mempunyai makna yang merepresentasikan ikatan persaudaraan. Berikut adalah keunikan yang ada dalam rumah tanean lanjhang:

1.     Rumah Adat Suku Madura: Dihuni oleh Banyak Keluarga

Rumah Adat Suku Madura

Dengan bentuknya yang panjang, rumah tanean lanjheng umumnya dihuni oleh banyak kepala keluarga dan semuanya masih terikat. Nah, karena dihuni oleh banyak anggota keluarga, maka tidak heran jika ikatan kekeluargaan dalam sebuah rumah menjadi sangat erat.

2.     Rumah Adat Suku Madura: Jarak Rumah Dibatasi oleh Pekarangan

Rumah Adat Suku Madura

Hampir setiap rumah satu keluarga dengan keluarga sangat berdekatan dan hanya berjarak beberapa meter saja. Umumnya , jarak di antara rumah satu dan lainnya hanya dibatasi dengan sebuah pekarangan.

3.     Disusun Berdasarkan Hirarki

Rumah Adat Suku Madura

Susunan rumah tanean lanjhang cukup unik karena berdasarkan hierarki yang ada dalam keluarga. Seperti rumah dari ujung barat, haruslah dihuni oleh orang yang paling tua dalam ikatan keluarga. Semakin ke arah timur, maka semakin menunjukkan urutan keluarga yang masih muda.

4.     Hanya Ada Satu Pintu

Hanya Ada Satu Pintu

Meskipun dihuni oleh banyak sekali anggota keluarga, uniknya rumah adat Madura ini hanya mempunyai 1 pintu saja. Hadirnya satu pintu ini sengaja agar sang pemilik bisa mengetahui siapa saja yang masuk dan keluar dari rumah.

Suku Madura memang tidak hanya memiliki kekayaan berupa rumah adat, ada juga pakaian adat Suku Madura yang menarik. Hampir semua kekayaan budaya yang dimiliki oleh suku ini mencirikan nilai persaudaraan suku Madura yang khas.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *