Nama Rumah Adat Jambi

Nama Rumah Adat Jambi

Jambi menjadi salah satu daerah yang ada di Indonesia yang kaya akan budaya, salah satunya adalah rumah adat. Mungkin sebagian masyarakat sudah familiar dengan bentuk rumah adat ini, akan tetapi masih ada yang belum mengenal apa nama rumah adat Jambi.

Sekilas rumah tradisional yang terletak di provinsi pesisir timur Sumatera ini mirip dengan rumah-rumah adat lain di Indonesia. Apalagi bentuknya juga sama-sama panggung dan mempunyai anak tangga. Akan tetapi, ternyata rumah adat ini memiliki nilai filosofi tersendiri lengkap dengan bagian dan keunikannya.

 

Bentuk dan Nama Rumah Adat Jambi

Nama Rumah Adat Jambi

Familiar dengan bentuknya tapi suka lupa nama rumahnya? Hal tersebut mungkin lumrah terjadi. Seperti halnya rumah adat dari Jambi ini. Nama rumah adat Jambi adalah rumah kajang lako atau yang sangat sering disebut dengan rumah lamo.

Rumah kajang lamo merupakan rumah adat yang dipakai sebagai tempat tinggal bagi masyarakat dengan Marga Bathin. Ini adalah marga bagi suku yang tinggal di bagian barat pegunungan Bukit Barisan. Hingga saat ini suku tersebut masih mendiami dan mempertahankan adat istiadat setempat dengan sangat baik.

Kabarnya dahulu suku yang mendiami wilayah Jambi tersebut berasal dari 60 tumbi yang pindah dari tempat asalnya yakni Koto Rayo. Kemudian, 60 tumbi atau keluarga tersebutlah yang menjadi asal mula Marga Bathin dengan lima dusun asal, sehingga lebih mudah disebut dengan Marga Bathin V.

Jadi, dapat dikatakan bahwa marga tersebut merupakan kumpulan dari lima dusun dengan asal yang sama. Sebagai informasi, ada sebuah perkampungan Bathin yang utuh sampai saat ini. Nama perkampungan tersebut dikenal dengan nama Kampung Lamo di Rantau Panjang.

 

Filosofi Rumah Adat Jambi

Nama Rumah Adat Jambi

Rumah adat yang ada di Jambi ini tidak jauh berbeda dengan rumah adat di daerah lain Indonesia. Rumah ini memiliki filosofinya tersendiri. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyak ornamen serta lukisan yang ada pada rumah adat tersebut.

Secara umum, ornamen maupun lukisan yang pada rumah tradisional dari Provinsi Jambi ini dibuat dengan tema flora dan fauna. Tema tersebut dirasa mampu mencerminkan berbagai macam nilai kehidupan manusia yang selalu berdampingan dengan makhluk hidup lainnya.

Rumah ini memang sangat terkenal dengan bangunannya yang sangat megah. Bahkan rumah ini juga memiliki bagian yang sangat kompleks dibandingkan dengan rumah adat lainnya yang ada di Indonesia. Hal ini mencerminkan tingginya ilmu yang dimiliki oleh suku asli Jambi pada waktu itu.

Hingga saat ini penerus suku asli daerah setempat diharapkan mampu melestarikan kebudayaan secara turun temurun. Dengan demikian, maka tradisi dan kebudayaan tidak akan pernah luntur tergerus masa ke masa.

 

Bagian-Bagian Rumah Adat Jambi

Rumah adat yang ada di Provinsi Jambi ini terdiri atas beberapa bagian penyusunnya. Bagian-bagian dari rumah ini terbilang cukup banyak ketimbang rumah adat lain yang ada di Indonesia. Bagian-bagian rumah tersebut di antaranya:

1.     Pelamban

Pelamban

Pelamban menjadi bagian pertama dari kajang lako. Ruangan ini berguna untuk ruang tunggu. Jadi, setiap tamu yang singgah ke rumah ini belum tentu diperkenankan masuk oleh pemilik rumah. Maka dari itu, sebelum mendapatkan izin dari kepala rumah maka diharapkan menunggu di ruangan ini.

Ruangan ini berada persis di sebelah ruang tamu. Bagian ruangan ini terbuat dari bambu yang disusun rapi sedemikian rupa.

2.     Gaho

Gaho

Gaho merupakan bagian kajang lako yang ada pada bagian kiri. Biasanya ruangan ini ada digunakan oleh pemilik rumah guna menyimpan sejumlah barang-barang. Selain itu, gaho juga kerap digunakan untuk mencuci piring maupun menampung air.

Bahkan tidak jarang gaho yang yang dipakai untuk tempat memasak dan masih banyak lagi. Jadi, dapat dikatakan bahwa ini merupakan ruangan multifungsi untuk melakukan semua aktivitas di dalam rumah.

3.     Masinding

Masinding

Masinding merupakan ruangan yang ada di bagian paling depan rumah. Ruangan ini begitu luas dengan berbagai hiasan seperti lukisan bunga. Ruangan ini sengaja dibuat besar agar bisa dipakai untuk menerima tamu dalam jumlah yang banyak.

Di samping itu, ruangan ini juga kerap dipakai untuk melakukan musyawarah, kenduri masyarakat serta kegiatan penting lainnya. Uniknya, ruangan ini hanya dapat dirasakan oleh kaum laki-laki saja.

4.     Ruang Tengah

Ruang Tengah

Ruangan ini seringkali disebut dengan ruang induk, bahkan luas ruang tengan jauh lebih besar dari ruang tamu. Hal ini tentu saja dikarenakan bahwa ruangan ini tidak mempunyai sekat apapun, termasuk bilik pemisah.

Fungsi dari ruang tengah adalah untuk tempat berkumpul seluruh keluarga besar. Di samping itu, ruangan ini juga digunakan sebagai ruangan perempuan ketika melakukan upacara adat dalam rumah tersebut.

5.     Balik Menahan

Balik Menahan

Balik manahan merupakan ruangan yang dipakai untuk aktivitas keluarga, misalnya tempat tidur, makan dan lainnya. Ruangan dari rumah yang ada di Provinsi Jambi ini memiliki pemisah yang disebut dengan serambi.

Sayangnya, ruangan ini tidak boleh dikunjungi oleh orang luar. Jadi, ruangan ini hanya dapat dimasuki oleh keluarga dekat atau keluarga besar saja.

6.     Balik Melintang

Nama Rumah Adat Jambi

Balik melintang merupakan bagian dari kajang leko yang ada di bagian kanan maupun kiri ruang utama. Ruangan ini mempunyai lantai yang ada pada posisi sedikit lebih tinggi dan memiliki ukuran yang memanjang menuju ke belakang.

Secara umum, ruangan ini tidak bisa dimasuki oleh siapapun. Balik melintang merupakan ruangan yang paling penting dari rumah adat dari Jambi ini.

7.     Penteh

Nama Rumah Adat Jambi

Ini adalah ruangan dari kajang lako yang terletak di bagian atap rumah. Ruangan ini berguna untuk menyimpan berbagai macam barang-barang penting yang dimiliki oleh pemilik rumah. Bagian ini dibuat dengan konsep modern yakni menerapkan penggunaan plafon.

Bahkan ada sejumlah buku yang mendeskripsikan bagian-bagian rumah adat ini dengan sangat lengkap beserta gambarnya.

8.     Bauman

Nama Rumah Adat Jambi

Bauman menjadi bagian paling bawah dari rumah panggung asal Jambi ini. Bauman memiliki ketinggian 2 meter. Bagian ini kerap dipakai untuk tempat untuk menyimpan perlengkapan dapur ketika sedang mengadakan hajatan.

Saat ini bagian rumah ini dibuat secara modern dengan lantai keramik sebagai alasnya. Namun, bagian ini tidak mempunyai dinding.

 

Keunikan Rumah Adat Jambi

Kajang lako atau rumah yang berasal dari wilayah Jambi ini  bisa dengan mudah terlihat langsung oleh mata. Keunikan rumah adat Jambi ini juga kerap dibahas di berbagai situs internet termasuk Brainly. Beberapa keunikan tersebut di antaranya:

1.     Konstruksi Atap

Konstruksi Atap

Konstruksi atap bangunan kajang lako ternyata dinamai dengan gajah mabuk. Konon katanya, bagian ini dinamai oleh si pembuat yang sedang dimabuk cinta, tapi tidak direstui orang tua.

2.     Bentuk Rumah Mirip Perahu

Nama Rumah Adat Jambi

Bentuk rumah ini ternyata begitu mirip dengan perahu. Bagian ujungnya melengkung ke atas secara vertikal. Bagian ini kerap disebut sebagai lipat kajang yang bentuknya dipengaruhi oleh hukum Islam.

3.     Hiasan dan Ornamen

 

Keunikan berikutnya dari rumah adat ini ada pada bagian hiasan maupun ornamen yang menyertainya. Hiasan atau ornamen tersebut selalu bermotif flora dan fauna yang dibuat dengan warna khusus.

Nama rumah adat Jambi dan keunikannya memang selalu menarik untuk dicermati lebih jauh. Terlebih sebagai warga negara Indonesia yang memiliki banyak kekayaan budaya tentu wajib untuk ikut melestarikannya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *