Nama Rumah Adat Kalimantan Barat

Nama Rumah Adat Kalimantan Barat

Kekayaan budaya Indonesia selalu menarik untuk diketahui. Salah satunya rumah adat yang ada di daerah Kalimantan Barat. Rumah tradisional yang ada di daerah ini juga sangat beragam. Hal itu membuat banyak orang bertanya apa sebenarnya nama rumah adat Kalimantan Barat.

Sebagai informasi, provinsi yang dikenal dengan julukan Seribu Sungai ini ditinggali oleh dua suku besar dan sangat terkenal di Indonesia. Suku tersebut adalah Hakka atau Khek dan Tewciu atau Hoklo. Suku Hakka banyak bekerja di pedalaman, sementara Tewciu sebaliknya.

 

Nama Rumah Adat Kalimantan Barat, Gambar dan Penjelasannya

Saking banyaknya maka wajar sekali rasanya jika tidak sedikit yang bertanya mengenai apa nama rumah adat Kalimantan Barat. Bahkan setiap rumah adat yang ada di Kalbar ini juga mempunyai keunikan dan nilai filosofinya tersendiri.

Mungkin salah satu yang terkenal dari nama rumah adat Kalimantan Barat adalah Betang. Akan tetapi, sebenarnya masih ada nama-nama rumah adat lainnya yang dapat dijumpai di Kalbar. Beberapa nama berikut mungkin terdengar cukup asing, bahkan juga ada rumah yang hampir punah.

1.     Nama Rumah Adat Kalimantan Barat: Betang Randakng

Nama Rumah Adat Kalimantan Barat

Betang randakng merupakan rumah adat asli Kalimantan Barat yang mempunyai ukuran sangat luas. Panjang rumah ini adalah 138 meter dengan lebar mencapai 7 meter. Bahkan rumah ini mempunyai jumlah ruangan sebanyak 50. Tentunya sangat mampu menampung banyak jumlah keluarga.

Konstruksi rumah betang randakng terbuat dari material kayu dengan ketinggian mencapai 5 sampai 8 meter. Hunian ini juga mempunyai tiang penyangga yang dipakai untuk menghindari dari resiko serangan binatang buas dan musibah banjir.

Bangunan ini biasanya dihuni oleh banyak keluarga. Bahkan fungsinya bukan hanya untuk tempat tinggal saja, melainkan juga tempat untuk tempat duduk dalam melakukan berbagai macam kegiatan kemasyarakatan.

Misalnya, pertemuan, musyawarah sampai upacara adat. Rumah ini mempunyai keunikan yaitu jumlah anak tangga harus ganjil. Anak tangga ini kemudian dikenal dengan nama hejot.

2.    Nama Rumah Adat Kalimantan Barat: Betang

Nama Rumah Adat Kalimantan Barat

Berikutnya nama rumah adat yang terkenal di Kalimantan Barat adalah betang. Rumah ini mempunyai ukuran yang sangat besar dan umum digunakan oleh suku Dayak. Rumah adat Dayak ini mempunyai panjang mencapai 150 m dengan lebar 30 m.

Bahkan sebenarnya masih ada ukuran yang lebih besar lagi. Hal yang membuat betang sangat unik adalah bentuknya yang cukup bervariasi. Hal ini tergantung dari berapa banyak keluarga yang mendiami rumah tersebut.

Rumah dengan desain panggung ini biasanya berdiri di atas permukaan tanah mulai dari 3 sampai 5 meter. Pemilihan desain rumah juga selalu memperhatikan sisi keamanan yaitu agar tidak mendapatkan gangguan dari binatang buas dan terkena musibah banjir.

Secara umum, masyarakat yang menempati rumah ini akan menjaga tradisi secara turun temurun. Bahkan antara satu ruangan dengan ruangan hunian antar keluarga akan memiliki sekat tersendiri.

3.     Betang Ensaid Panjang

Nama Rumah Adat Kalimantan Barat

Rumah adat ini bisa dijumpai ketika berkunjung ke Bukit Kelam sebagai salah satu andalan dari destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sintang. Betang ensaid panjang merupakan rumah yang memiliki ukuran panjang sebesar 118 meter dengan lebar mencapai 17 meter.

Untuk tingginya mampu mencapai 2 meter. Rumah berukuran besar ini mampu menampung banyak keluarga. Setidaknya ada 22 kepala keluarga yang menghuni rumah ini. Profesi kebanyakan keluarga dari suku Dayak yang mendiami rumah ini adalah membuat kerajinan tangan.

Kerajinan tangan yang dimaksud adalah anyaman dan tenun. Hanya saja saat ini betang ensaid tidak lagi banyak digunakan sebagai tempat tinggal. Rumah ini kini menjadi tempat wisata di Kalimantan. Bukan hanya untuk berfoto saja, akan tetapi juga untuk berbelanja oleh-oleh khas Kalimantan.

Informasi seputar rumah adat ini juga sudah banyak dimuat di berbagai situs internet seperti Brainly maupun buku sejarah Kalimantan.

4.     Nama Rumah Adat Kalimantan Barat: Baluk

Baluk 1 1

Selain betang, rumah tradisional Kalimantan Barat yang dihuni oleh suku Dayak adalah baluk. Rumah ini mempunyai bentuk berbeda dibandingkan dengan lainnya. Perbedaan ini tidak terlepas dari fungsi utama rumah baluk yaitu untuk ritual tahunan dan nibak’ng.

Nibak’ng adalah ritual yang diadakan pada musim setelah melakukan penggarapan ladang untuk tahun selanjutnya. Biasanya ritual ini akan diadakan setiap tanggal 15 Juni per tahunnya. Inilah yang menyebabkan rumah baluk unik dan sangat menarik.

Bangunan dari Kalimantan Barat ini mempunyai tinggi 10 meter dengan diameter juga 10 meter. Akan tetapi, untuk ketinggiannya masih bisa bertambah sampai 12 meter. Rumah ini ditopang dengan 20 tiang kayu, salah satunya dipakai sebagai tangga.

Rumah ini mempunyai filosofi yang bisa dilihat dari sisi ketinggian. Rumah yang tinggi akan memberikan kedudukan yang tinggi pula untuk selalu dihormati. Inilah yang disebut dengan Tempang Kamang Triyuh.

5.     Nama Rumah Adat Kalimantan Barat: Rumah Adat Melayu

Rumah Adat Melayu 1 1

Kalimantan merupakan pulau yang bukan hanya ditinggali suku Dayak saja, melainkan juga suku Melayu. Suku Melayu yang mendiami Kalimantan Barat ini mempunyai rumah adat yang berbentuk panggung. Rumah seperti ini banyak dijumpai di Pontianak.

Fungsi rumah ini banyak digunakan untuk balai kerja maupun sekretariat pertemuan tertentu. Tidak jarang pula rumah adat yang dijadikan sebagai penginapan maupun kios penjualan. Jika dilihat dari segi bangunan, maka rumah ini terlihat memiliki sentuhan suku Jawa.

Atapnya berbentuk segitiga dengan tinggi 30 derajat. Bagian atap ini bermanfaat untuk tempat mengalirnya udara. Hal ini membuat rumah tidak akan terasa panas. Selain itu, rumah adat ini juga mempunyai kolong pada bagian bawah.

Bagian ini difungsikan sebagai tempat parkir kendaraan. Hingga saat ini bangunan rumah ini masih bisa terus dijumpai di wilayah setempat.

6.     Rumah Panjang

Rumah Panjang 1 1

Salah satu rumah adat yang ada di Kalimantan Barat dan keberadaannya hampir punah adalah rumah panjang. Bisa jadi kepunahan tersebut karena adanya pemusnahan massal rumah adat ini pada tahun 1960an. Sampai saat ini belum tahu apa alasan pemerintah menghancurkan rumah panjang.

Salah satu indikasinya adalah adanya keterlibatan komunis. Padahal rumah ini merupakan rumah adat yang menjadi pusat dari kehidupan bermasyarakat dari Dayak Kalbar. Apabila dilihat dari bentuknya, maka rumah adat ini begitu mirip dengan rumah adat yang ada di Kalimantan Tengah.

Rumah tradisional ini mempunyai ukuran panjang hingga 180 meter dan lebar berkisar dari 6 sampai 30 meter. Rumah ini berbentuk panggung sehingga membutuhkan tangga agar bisa sampai ke dalam rumah. Uniknya, anak tangga tersebut selalu ganjil dan disesuaikan dengan luas rumah.

Jadi, semakin besar rumah tersebut maka semakin banyak pula anak tangganya. Anak tangga rumah ini dibuat dari kayu ulin yang sangat kokoh dan kuat.

Nama rumah adat Kalimantan Barat dan gambarnya tersebut tentu bisa memberikan deskripsi secara lengkap sebagai salah satu upaya untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia. Hal ini begitu penting agar kelak generasi penerus bangsa masih tetap bisa melihat betapa kayanya kebudayaan negeri tercinta ini.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *