Nama Rumah Adat Sumatera Utara

Nama Rumah Adat Sumatera Utara

Nama rumah adat Sumatera Utara terdiri dari beberapa jenis dengan ciri khas serta keunikan yang berbeda dari segi arsitektur hingga desain. Dikutip dari Brainly, Provinsi Sumatera Utara setidaknya memiliki 11 etnis yang berbeda, suku terbesar yang ada di wilayah tersebut adalah suku Batak.

Setiap suku bangsa di Sumatera Utara memiliki rumah adat dengan kandungan seni dan budayanya masing-masing. Hal inilah yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat sekitar. Kebudayaan tersebut harus terus dilestarikan agar bisa diturunkan kepada generasi selanjutnya.

Nama-Nama Rumah Adat Sumatera Utara

Setiap suku yang menetap dalam sebuah wilayah memiliki pola kehidupan serta adat yang berbeda. Hal inilah yang membuat seringkali muncul pertanyaan apakah nama rumah adat Sumatera Utara.

Keragaman adat dan suku bangsa membuat nama rumah adat dari Sumatera Utara menjadi beragam. Simak uraiannya sebagai berikut:

1.    Nama Rumah Adat Sumatera Utara : Rumah Adat Bolon

Rumah Adat Bolon

Nama rumah adat Sumatera Utara adalah bolon. Rumah ini sudah diakui secara nasional dan dianggap sebagai simbol rumah adat wilayah Sumatera Utara. Rumah berbentuk persegi panjang ini dibuat dari bahan yang berasal dari alam.

 

Umumnya, rumah adat ini dihuni oleh 4-6 anggota keluarga dengan beberapa hewan ternak yang dirawat pada area kolong rumah.

 

Rumah ini pertama kali dibangun oleh Raja Simalungun pada tahun 1939. Rumah adat ini masih bisa dilihat di area cagar Budaya Pematang Siantar. Rumah ini memiliki beberapa keunikan sebagai berikut:

 

  • Bagian atapnya memiliki bentuk yang menyerupai limas.
  • Dibangun dengan menggunakan bahan alam seperti ijuk.
  • Pintu utama dibuat agak rendah yang memiliki arti bahwa setiap tamu harus menghormati pemilik rumah tersebut.
  • Bagian bawah atau kaki rumah tersusun atas kayu yang berbentuk bulat-bulat dengan posisi menyilang yang mengarah dari sudut satu ke bagian sudut yang lainnya.
  • Memiliki kolong rumah dengan tinggi sekitar 2 meter yang dibangun dengan tujuan untuk menghindari serangan hewan liar.

2.    Nama Rumah Adat Sumatera Utara : Rumah Adat Pakpak

Nama Rumah Adat Sumatera Utara

Rumah adat ini memiliki bentuk yang khas dengan bangunan yang terbuat dari material kayu dan atap ijuk. Rumah ini juga dikenal dengan sebutan yang merepresentasikan budaya Pakpak melalui ornamen bangunannya.

 

Tujuan utama dibangunnya rumah adat ini adalah sebagai tempat untuk melangsungkan musyawarah yang dilakukan oleh masyarakat sekitar untuk mencapai sebuah solusi terhadap sebuah masalah dalam sosial yang sedang dihadapi.

 

Meskipun terlihat hampir sama dengan rumah panggung lainnya, namun keunikannya adalah sebagai berikut:

 

  • Bentuk atap yang bentuknya menyerupai tanduk kerbau. Desain atap seperti itu dibuat untuk melambangkan sebuah semangat jiwa kepahlawanan.
  • Beberapa bagian berbentuk tampuk bubungan memiliki makna sendiri. Dilambangkan dengan caban bagian tersebut sebagai bentuk kepercayaan masyarakat Puak PakPak.
  • Bagian ornamen berbentuk ukiran memiliki makna filosofi tersendiri, seperti bunga pancur memiliki arti bahwa Puan PakPak memiliki sebuah nilai seni yang sangat mendalam.
  • Menggunakan ornamen berbentuk segitiga yang didalamnya terukir motif perbungaan kembang, perbunga kupkup dan perbunga pancur.
  • Menggunakan anak tangga berjumlah ganjil seperti 3,5 atau 7.
  • Bagian yang berbentuk segitiga memiliki makna sebagai susunan adat dalam keluarga seperti Berru, Puang san Senina.

3.    Nama Rumah Adat Sumatera Utara : Rumah Adat Angkola

Rumah AdNama Rumah Adat Sumatera Utaraat Angkola

Kebanyakan orang mungkin menganggap bahwa suku Batak Mandailing dan Angkola merupakan satu suku yang sama. Padahal keduanya merupakan 2 suku yang berbeda dengan rumah adat yang berbeda pula.

 

Meskipun memiliki sebutan yang sama untuk rumah adat yaitu bagas godang, namun kedua rumah ada tersebut memiliki karakteristik, struktur, dan gaya desain yang berbeda. Simaklah informasinya sebagai berikut:

 

  • Rumah adat ini umumnya terbuat dari dinding dan lantai papan dilengkapi dengan atap yang terbuat dari ijuk.
  • Rumah adat ini didominasi dengan warna hitam.
  • Bagian rumah dibuat dengan menggunakan bahan alami seperti kayu dan ijuk.
  • Menggunakan bentuk konsep rumah panggung dengan tiang sebagai penyangga badan rumah.
  • Bagian atas pintu rumah menggunakan sebuah lukisan grongga yang memiliki arti sebagai bentuk persaudaraan yang dibangun antar masyarakat yang sangat kuat.
  • Rumah adat ini memiliki bagian atap yang berbentuk pelana kuda.
  • Bagian dindingnya dibangun tanpa plafon dengan ketinggian yang bisa dibilang rendah, yaitu hanya cukup untuk berdiri saja.
  • Terdapat bagian tambahan yang dibuat dengan menggunakan anyaman sehingga terlihat lebih menawan.

4.     Rumah Adat Karo

Nama Rumah Adat Sumatera Utara

Rumah adat ini dikenal juga dengan sebutan siwaluh jabu yang memiliki arti bahwa rumah adat karo ini dihuni oleh 8 keluarga. Rumah adat ini terdiri dari jabu julu (hulu) dan jabu jahe (hilir).

 

Masing-masing jabu terbagi atas dua dan menghasilkan beberapa jabu lagi. Rumah ini terdiri dari 3 bagian utama yaitu kaki, atap dan badan rumah. Pembagiannya didasarkan pada sebuah filosofi akan dunia sebagai tempat yang disucikan.

 

Rumah ini dibangun dengan menggunakan bahan yang berasal dari alam seperti batu, kayu dan lain sebagainya. Berikut keunikan struktur dan desain bangunannya:

 

  • Konstruksi rumah ini dibangun tanpa adanya penyambung.
  • Setiap komponen yang digunakan seperti pemikul lantai, tiang, konsol, balok, dan lain sebagainya dibiarkan tanpa serutan sehingga terlihat utuh dengan bentuk aslinya.
  • Pertemuan antar komponen penyusun disambung menyilang dengan menggunakan media ijuk. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari serangan ular dari hutan yang berada di sekitar.
  • Bagian kaki dibuat sebuah penopang yang terbuat dari batu kali. Penempatannya ditanam dengan kedalaman 1/2 meter dengan sirih dan besi.
  • Desain bangunan ini menggunakan konsep rumah panggung yang dibuat memanjang dengan ukuran 10-20 meter dari arah timur ke barat.
  • Setiap bagian ujung arah mata angin dibuatkan pintu sebagai ventilasi utamanya.
  • Terdapat bagian pada serambi muka yang berbentuk teras yang disebut dengan ture.

5.     Rumah Balai Batak Toba

Nama Rumah Adat Sumatera Utara

Rumah ini terbagi atas 2 bagian utama yaitu jabu bolon dan jabu parsakitan. Jabu parsakitan digunakan sebagai tempat penyimpanan barang, sedangkan jabu bolon digunakan sebagai rumah keluarga besar.

 

Rumah panggung dengan penyangga kaki ini dibangun dengan menggunakan bahan dasar alam seperti kayu. Pembagian struktur bangunan ini memiliki filosofi yang mencerminkan atas sebuah dunia dengan dimensi yang berbeda. Berikut informasinya:

 

  • Rumah ini dibangun tanpa adanya sekat atau kamar, sehingga seluruh keluarga tinggal dan tidur bersama.
  • Keseluruhan bangunan akan terlihat seperti kerbau yang merupakan simbol dari kerukunan masyarakat setempat.
  • Pembangunan rumah adat ini dilakukan dengan sistem gotong royong.
  • Bagian atap memiliki makna sebagai dunia para dewa yang disembahnya.
  • Lantai rumah dibangun sebagai bentuk pencerminan dunia manusia tinggal.
  • Bagian kolong dibuat sebagai simbol akan adanya dunia setelah kematian.

6.     Rumah Adat Nias

Nama Rumah Adat Sumatera Utara

Dalam bahasa setempat, rumah ini dikenal juga dengan sebutan oma hada atau oma sebua. Umumnya rumah adat ini terbuat dari tiang kayu nibung yang berukuran besar dengan bagian atap yang berasal dari rumbia dan berbentuk lonjong seperti bentuk telur.

 

Rumah ini memiliki struktur bangunan yang tinggi dan besar sehingga menunjukkan seberapa kokoh bangunan tersebut dibuat. Berikut keunikan dari desain rumah adat yang satu ini:

 

  • Rumah ini menggunakan alas berupa komponen bernama rumbia.
  • Pondasinya tidak ditanam ke dalam tanah.
  • Sambungan yang dibuat pada bagian kerangkanya sudah menggunakan paku sehingga terlihat lebih paten dan kuat. Hal tersebut dilakukan untuk menahan getaran gempa yang mungkin terjadi.
  • Rumah ini dibagi menjadi dua bagian utama yang digunakan untuk menerima tamu yang hendak menginap dan satu ruang lagi untuk keluarga pemilik ruang.
  • Ruang utama untuk tamu berada di bagian paling depan dan ruang untuk pemilik rumah di bagian belakangan.
  • Terdapat patung di halaman rumah yang ditujukan sebagai bentuk penjagaan untuk keluarga yang tinggal agar dihindarkan dari gangguan roh jahat.

7.     Rumah Adat Melayu

Rumah Adat Melayu

Nama rumah adat Melayu Sumatera Utara menjadi salah satu keragaman budaya yang ada di Indonesia. Seperti yang diketahui bahwa terdapat beberapa etnis yang tinggal di Sumatera Utara.

 

Setiap suku memiliki kebiasaan serta kebudayaan yang berbeda sehingga membangun rumah adat setempat juga dengan cara yang berbeda. Suku Melayu Deli di Sumatera Utara kebanyakan tinggal di wilayah Kabupaten yang terletak di Kota Medan.

 

Etnis ini memberikan pengaruh dalam kesenian dan kebudayaan serta bentuk bangunan tradisional yang ada di Sumatera Utara. Berikut keunikan dari desain arsitekturnya:

 

  • Bagian atap terbuat dari ijuk.
  • Bagian dinding dan lantainya disusun dengan menggunakan papan kayu.
  • Setiap kaki penopang dibuat dari bahan kayu dengan tinggi sekitar 2 meter. Bagian ini biasanya digunakan sebagai tempat bersantai.
  • Menggunakan konsep rumah panggung yang identik dengan warna hijau dan kuning, terutama untuk bagian pegangan tangga dan juga balkonnya.
  • Terdapat dua tangga pada bagian depan yang terhubung dengan teras.
  • Terdapat sebuah serambi dengan luas yang memanjang dari arah depan hingga belakang dan melebar pada bagian kiri dan kanannya.
  • Menggunakan ornamen pelengkap seperti ukiran pada bagian pucuk rebung yang terdapat pada beton penyangga.
  • Memiliki sebuah hiasan pada bagian pembatas lantai yang bernama kadang rasi sehingga terlihat lebih estetik.

8.     Rumah Adat Mandailing

Rumah Adat Mandailing

Suku Mandailing tinggal di area perbatasan wilayah Provinsi Riau. Dalam bahasa lokal, rumah adat ini disebut juga dengan bagas godang yang berasal dari 2 kata. Bagas yang memiliki arti rumah dan godang yang artinya banyak.

 

Secara desain dan struktur, rumah adat ini memiliki bentuk yang berbeda dari jenis rumah adat Sumatera Utara yang lainnya. Wilayah rumah adat ini dibagi menjadi dua bagian yang bernama sopo godang dan alaman bolak. Berikut keunikan desain strukturnya:

 

  • Bagian sopo godang difungsikan untuk tempat pelaksanaan musyawarah dan area pertunjukan seni.
  • Area alaman bolak yang berbentuk halaman luas tanpa gundukan digunakan sebagai tempat melangsungkan prosesi adat dan berkumpulnya masyarakat setempat.
  • Menggunakan ornamen pelengkap untuk memperindah desain rumah yang disebut dengan bolang. Pembuatan ornamen ini dilakukan dengan metode anyam.
  • Rumah adat ini didominasi dengan warna hitam, putih dan merah yang memiliki berbeda. Merah untuk kekuatan, putih untuk kesucian dan hitam diartikan sebagai alam gaib atau hal mistis.

Perbedaan suku dan etnis melahirkan kebudayaan yang beragam, sehingga tidak heran jika nama rumah adat Sumatera Utara cukup beragam dan memiliki karakteristik yang berbeda. Meskipun konsepnya sama menggunakan panggung, namun terdapat ornamen pelengkapnya berbeda.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *