Keunikan Rumah Adat Honai

Keunikan Rumah adat Honai

Bukan hanya dikenal dengan kekayaan destinasi wisatanya saja. Papua juga kaya akan nilai-nilai kebudayaan yang perlu dilestarikan. Salah satunya rumah adat honai. Rumah adat ini begitu istimewa karena mempunyai keunikan tersendiri. Keunikan rumah adat honai bisa diketahui ketika melihatnya.

Rumah adat ini begitu gampang dikenali mengingat bentuknya yang sangat khas. Jika ada yang bertanya keunikan rumah adat honai apa, maka jawabannya sudah pasti bisa dilihat dari bentuknya. Rumah adat yang masih dipertahankan oleh suku Dani Papua ini begitu mudah dikenali.

 

Asal Rumah Adat Honai

Asal Rumah Adat Honai

Indonesia merupakan negara yang begitu banyak memiliki keragaman suku, pulau, agama, dan budaya. Salah satunya adalah rumah adat. Seperti halnya rumah adat honai. Rumah ini merupakan salah satu rumah adat yang ada di Papua dan sangat populer, bahkan sampai ke luar wilayah Papua.

Rumah ini juga sering disebut sebagai onai yang bermakna rumah. Umumnya, honai akan ditempati oleh laki-laki dewasa sehingga juga dikenal dengan nama honai pilamo. Rumah ini mempunyai bentuk yang sangat unik dan sangat berbeda dengan rumah adat lain di luar Papua.

Bagi orang-orang yang singgah ke Papua juga diperkenankan untuk mengunjungi honai. Pesona rumah ini tentu tidak bisa ditemukan di tempat lainnya. Bahkan keunikan rumah adat honai sungguh tiada duanya. Pastinya akan langsung membuat siapa saja terpesona. Tidak ada salahnya mampir ke honai.

 

Keunikan Rumah Adat Honai Papua Barat

Rumah adat yang ada di Papua memang banyak jenisnya, mulai dari ebei, hunila, warnai, kaki seribu, pohon, kariwari, rumsram atau tongkonan hingga honai. Rumah adat honai merupakan salah satu rumah yang cukup menarik untuk diperhatikan.

Honai mempunyai sejumlah keunikan bahkan sejak kali pertama dilihat. Saat melihatnya maka siapa saja akan mampu mengenalinya dengan baik sebagai salah satu rumah adat yang ada di tanah Papua Barat. Keunikan rumah adat honai asal Provinsi Papua ini antara lain:

1.     Bentuk Rumah Mungil

Bentuk Rumah Mungil

Jika membicarakan seperti apa keunikan rumah adat ini, tentu banyak yang setuju jika keunikan tersebut dapat dilihat dari bentuknya. Tidak lazim seperti rumah lain pada umumnya, rumah honai hanya berukuran kecil saja.

Rumah ini mempunyai satu perapian pada bagian tengah ruangan yang berguna untuk menghangatkan diri sembari berkumpul dengan keluarga. Rumah ini juga dibagi menjadi dua tingkat dengan fungsi yang berbeda. Informasi ini juga bisa dijumpai di Brainly.

Lantai pertama dipakai untuk tempat menjamu tamu serta berkumpul dengan keluarga. Sementara itu, lantai atas digunakan untuk tempat beristirahat. Honai hanya dilengkapi dengan satu pintu saja dan tanpa mempunyai jendela. Untuk bisa masuk ke rumah ini, maka perlu membungkukkan diri.

Ketika berada di dalam rumah, maka tetap tidak bisa berdiri secara tegak. Hal ini disebabkan karena ketinggian rumah sangat terbatas. Namun, untuk hal keamanan khususnya dari serangan binatang buas, maka rumah ini sangat bagus.

2.     Mempunyai Ragam Fungsi

Keunikan Rumah adat honai

Keunikan rumah yang berasal dari Papua ini bukan hanya bisa dirasakan saat melihat bentuknya saja. Honai ternyata menjadi salah satu rumah adat dari Papua yang mempunyai banyak fungsi. Honai bukan hanya dijadikan sebagai tempat tinggal saja.

Rumah ini juga mempunyai fungsi lain seperti halnya dijadikan sebagai tempat berkumpul oleh para warga sekitar, untuk melakukan suatu diskusi maupun musyawarah untuk mencapai kesepakatan tertentu. Musyawarah bisa berlangsung dengan lebih khidmat lagi.

Berikutnya rumah adat ini juga bisa dijadikan sebagai tempat penyimpanan hasil panen oleh pemilik rumah. Masyarakat Papua memang banyak yang berprofesi sebagai petani sehingga ketika memanen hasil tanaman, maka bisa langsung disimpan di dalam rumah.

Selain itu, rumah honai juga dapat dijadikan sebagai tempat penyimpanan hewan ternak seperti babi. Bagi masyarakat setempat babi bisa dijadikan sebagai salah satu santapan yang lezat meskipun cara memasaknya dirasa sulit untuk masyarakat selain Papua. Apalagi ketika menggunakan metode barapen.

3.     Mempunyai Sejumlah Larangan

Mempunyai Sejumlah Larangan

Rumah yang bentuknya menyerupai jamur ini ternyata juga memiliki sejumlah larangan yang tidak boleh dilanggar.  Jadi, honai merupakan rumah adat yang ditempati oleh laki-laki, sedangkan yang ditempati oleh perempuan adalah ebei.

Baik honai maupun ebei sama-sama mampu menampung banyak orang bahkan hingga 10 orang sekaligus. Sebagai informasi, honai merupakan rumah yang cukup terlarang bagi kaum perempuan dari suku Dani.

Uniknya, meskipun perempuan suku Dani itu merupakan istri salah satu laki-laki dari penghuni honai tetap saja tidak boleh dimasuki. Bagi pasangan suami istri yang ingin berhubungan, maka bisa menggunakan ebei ketika di rumah tersebut sedang kosong.

Ebei juga bukan hanya dipakai untuk tempat tinggal perempuan dari suku Dani saja, melainkan juga dipakai untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak perempuan. Mungkin bagi masyarakat selain Papua akan merasa kerepotan. Tapi, masyarakat setempat tetap menjaga tradisi tersebut dengan baik.

4.     Memiliki Filosofi yang Kaya

Memiliki Filosofi yang Kaya

Rumah asal Provinsi Papua ini juga kaya dengan nilai-nilai filosofi. Rumah ini dinilai mampu menjaga persatuan dan kesatuan sesama suku. Selain itu, rumah ini juga digunakan untuk mempertahankan budaya warisan dari para leluhur untuk seterusnya.

Honai hanya diperkenankan dibangun oleh para laki-laki saja secara bergotong-royong. Waktu pembangunan juga perlu diperhatikan secara spesifik serta wajib diikuti, khususnya dalam penempatan bagian pintu rumah. Letaknya seharusnya tepat berada pada arah terbit maupun tenggelamnya matahari.

Dengan demikian, maka nantinya bisa membuat penghuni rumah jauh lebih waspada ketika terjadi serangan maupun kebakaran. Saat tinggal di honai, maka semua orang akan memiliki kesamaan hati, pikiran dan tujuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Di dalam rumah tersebut, orang-orang akan dilatih guna menjadi pribadi yang kuat ketika dewasa nanti. Hal tersebut membuat orang-orang di dalam honai kelak bisa melindungi sukunya dengan baik. Hal tersebut berbeda dengan rumah ebei yang dipakai untuk mendidik generasi anak perempuan.

 

Bentuk dan Bagian Rumah Adat Honai

Bentuk dan Bagian Rumah Adat Honai

Keunikan rumah adat honai dari Papua Barat ini terletak pada bentuk rumah yang bundar dengan atap mirip kerucut jamur. Pintu rumah ini juga cuma satu dan tidak mempunyai jendela. Tentu bisa dibayangkan seperti apa kondisi rumah ini, bukan?

Bagian atapnya terbuat dari material jerami dan dinding dari bahan kayu. Bagian atap rumah adat ini memang sengaja dibuat begini karena dianggap mampu mengurangi hawa dingin. Selain itu, ternyata bentuk atapnya juga dapat menghindari air hujan.

Ketinggian yang dimiliki oleh rumah adat hanya 2,5 meter saja. Sementara itu, luasnya mencapai 5 meter. Bentuk rumah ini dibangun sedemikian rupa tentunya guna membuat udara hangat terus ada di dalam ruangan, apalagi di Papua memiliki udara yang sering dingin ekstrim.

Keunikan rumah adat honai memang selalu menarik untuk dilihat lebih jauh. Bukan hanya bisa dilihat dari bentuknya saja yang mirip jamur, akan tetapi rumah ini juga mempunyai fungsi beragam, mulai dari menyimpan hasil panen, tempat musyawarah, hingga sebagai kandang babi.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *