Baju Adat Sunda

  • 4 min read
  • Mei 01, 2020
Baju Adat Sunda Kelas Menengah

Indonesia terdiri dari berbagai suku dan bahasa, oleh sebab itu baju adat tiap-tiap daerah pun berbeda. Salah satu baju adat yang cukup dikenal di Indonesia adalah baju adat Sunda. Sama seperti suku-suku lainnya yang ada di Indonesia, suku Sunda yang mayoritas tinggal di Propinsi Jawa Barat juga memiliki budaya unik, termasuk pakaian adat dengan ciri khas tertentu dan jenis yang beraneka ragam.

Ciri-Ciri Baju Adat Sunda

Membahas baju adat suatu suku di Indonesia, termasuk baju adat suku Sunda, tentu tidak bisa lepas dari peran sejarah. Salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah baju adat berkaitan erat dengan tingkat sosial (kasta) masyarakat. Pada masa lampau, terdapat tiga kasta yaitu kelas bangsawan, kelas menengah dan rakyat biasa.

Pembagian kasta yang salah satunya dibedakan dari jenis pakaiannya tersebut untuk zaman modern seperti saat ini, tentu tidak relevan lagi. Namun, untuk bisa lebih mengenal seperti apa baju adat Jawa Barat (suku Sunda), maka kamu sebaiknya juga mempelajari seperti apa nama baju adat Sunda yang terdiri dari beragam jenis tersebut, seperti yang akan diulas lebih lengkap di bawah ini:

Baju Adat Sunda Rakyat Jelata/Biasa

Baju Adat Sunda Rakyat Biasa

Wanita

Wanita Sunda yang masuk dalam kelompok rakyat biasa, umumnya hanya mengenakan kain batik panjang yang namanya sarung kebat atau sinjang buntel sebagai bawahan. Sedangkan untuk atasannya, menggunakan kamisol dan kebaya, kemudian diberi aksesoris ikat pinggang yang dikenal dengan nama beubeur dan untuk alas kakinya menggunakan sandal keteplek.

Pria

Pria Sunda yang masuk dalam kelompok rakyat biasa, umumnya mengenakan pangsi yaitu celana komprang dengan atasan baju salontreng yang dilengkapi dengan sarung sebagai selempang. Selain itu, mereka juga mengenakan alas kaki sandal tarumpah serta ikat kepala yang disebut dengan Barambang Semplak.

Baju Adat Sunda Kelas Menengah

Baju Adat Sunda Kelas Menengah

Wanita

Baju adat Sunda wanita untuk kelompok kelas menengah, umumnya adalah kebaya yang terlihat lebih rapi dengan beraneka ragam corak dan warna. Kebaya tersebut lalu dipadukan dengan kain kebat yang berfungsi sebagai bawahan dan ikat pinggang serta selendang sebagai pelengkap. Sedangkan untuk alas kakinya, dikenal dengan sebutan sandal kelom geulis serta tidak lupa aksesoris berupa perhiasan.

Pria

Baju adat Sunda pria untuk kelompok kelas menengah umumnya berupa baju bedahan yang merupakan pakaian sejenis jas berwarna putih. Baju bedahan itu dipadukan dengan kain kebat sebagai bawahan serta ikat pinggang dan ikan kepala yang dikenal dengan sebutan bengker. Sedangkan, untuk aksesoris, mereka menggunakan arloji keemasan dengan rantai untuk dikaitkan pada saku pakaian.

Baju Adat Sunda untuk Bangsawan

aju Adat Sunda untuk Bangsawan

Wanita

Bangsawan wanita Sunda, umumnya mengenakan kebaya beludru warna hitam dan berhias manik-manik. Sedangkan untuk bawahannya, mereka mengenakan kain kebat bermotif rereng. Sesuai dengan atasannya, untuk alas kakinya mereka juga menggunakan selop beludru warna hitam.

Pria

Bangsawan pria Sunda, umumnya mengenakan pakaian “Menak”, yaitu nama baju untuk jas berbahan beludru warna hitam yang dihiasi dengan benang emas pada ujung lengannya. Hal itu menjadi ciri khas orang-orang kalangan atas pada masanya.

Sedangkan untuk bawahannya, mereka mengenakan celana panjang dengan gambar atau motif yang sesuai dengan jasnya dan dilengkapi pula dengan sabuk emas serta tutup kepala yang disebut bendo yang semakin elegab dan menambah nilai jual baju tersebut.

Baju Adat Sunda untuk Acara Resmi

Baju Adat Sunda untuk Acara Resmi

Saat ini, penggolongan tingkat sosial (kasta) di masyarakat dianggap sudah tidak relevan. Oleh sebab itu, kini masyarakat lebih mengenal beskap sebagai baju adat Sunda modern yang dapat dikenakan oleh semua kalangan masyarakat Jawa Barat, untuk berbagai acara resmi.

Sementara itu, untuk bawahannya, pria dewasa Sunda lebih suka memadupadankannya dengan jarik, sedangkan jajaka (pemuda) lebih suka mengenakan celana panjang. Hal itu membuat pria pada masa dulu terlihat berkarisma.

Potongan bagian depan beskap sengaja didesain tidak simetris, dengan tujuan agar memudahkan pemasangan keris sebagai aksesoris. Selain itu, aksesoris pelengkap lainnya berupa bendo yaitu sebuah penutup kepala yang bentuknya seperti peci dan juga aksesoris arloji emas yang bagian rantainya bisa digantungkan pada saku pakaian.

Sementara itu, baju adat Sunda yang digunakan pada acara resmi untuk perempuan, biasanya terdiri dari kebaya sebagai atasan yang dipadukan dengan bawahan kain serta alas kaki berupa selop yang disesuaikan dengan warna kebaya. Sedangkan untuk pelengkapnya, mereka juga mengenakan ikat pinggang yang dikenal dengan sebutan beubeur dan selendang.

Baju Pernikahan Adat Sunda

  1. Mempelai Pria

Mempelai Pria

Busana pernikahan untuk mempelai pria terdiri jas buka prangwedana sebagai atasan dan kain batik yang dilengkapi dengan boro sarangka yang berfungsi sebagai tempat menyimpan keris. Baik warna baju atasan, maupun bawahan mempelai pria, harus diselaraskan dengan warna kebaya mempelai wanita. Selain itu, mereka juga mengenakan penutup kepala berhias permata yang disebut dengan bendo.

  1. Mempelai Wanita

Mempelai Wanita

Busana pengantin adat Sunda untuk mempelai wanita terdiri dari kebaya yang terbuat dari bahan brokat, dengan bawahan berupa kain batik kebat motif lereng eneng prada. Sementara itu, untuk aksesorisnya, mempelai wanita memakai beragam jenis perhiasan seperti cincin, dua jenis kalung dengan panjang berbeda dan gelang.

Sementara itu, tatanan rambut mempelai wanita yang mengenakan baju adat Sunda juga memiliki keunikan tersendiri yaitu sanggul dengan siger Subadra ditambah untaian bunga sedap malam, serta tujuh kembang goyang. Ketiga, aksesoris rambut tersebut akan membuat pengantin wanita terlihat semakin memesona, baik saat di pelaminan maupun saat didokumentasikan dalam bentuk foto.

Meskipun demikian, jika sehari-hari kamu berhijab dan tetap ingin mengenakan busana pengantin adat Sunda, maka kebaya yang digunakan bisa didesain sedemikian rupa, sehingga terlihat lebih tertutup sesuai dengan cara pernikahan muslim yang ingin kamu terapkan. Selain itu, tentunya kamu juga tidak perlu menggunakan sanggul sebagai tatanan rambut, melainkan bisa langsung mengenakan hijab.

Baju Adat Sunda untuk Anak-anak

Baju Adat Sunda untuk Anak-anak

Pada dasarnya, baju adat Sunda anak itu sama saja dengan yang dikenakan oleh orang-orang dewasa. Perbedaannya hanya terletak pada ukurannya, tentu untuk anak-anak ukuran pakaiannya lebih kecil. Hal itu bisa dilihat dari keterangannya yang terdapat pada baju.

Untuk anak perempuan, maka mereka akan mengenakan kebaya Sunda sebagai atasan dan kain kebat sebagai bawahannya. Sementara itu, untuk anak laki-laki mengenakan beskap sebagai atasan dan kain kebat untuk bawahannya. Selain itu, sebagai pelengkap, maka anak cowok juga akan mengenakan penutup kepala khas Sunda yang dikenal dengan sebutan bendo.

Biasanya, baju adat tersebut dipakai oleh anak TK ketika ada acara-acara tertentu, misal saat sekolah mengadakan acara kartinian untuk memperingati Hari Kartini setiap tanggal 21 April. Kebanyakan dari orang tua murid akan sewa baju adat agar anak-anak mereka bisa terlihat lucu dan menggemaskan dalam balutan busana adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Adanya perbedaan jenis baju adat Sunda berdasarkan tingkat sosial (kasta) masyarakat itu adalah salah satu bukti sejarah. Sejatinya pada masa lampau, di daerah Jawa Barat mengenal perbedaan tingkat sosial di tengah masyarakat. Umumnya, di masa modern saat ini, kamu lebih mengenal baju adat untuk kelompok menengah, sebab lebih mudah untuk dimodifikasi mengikuti perkembangan zaman.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *