Baju Adat Kalimantan Selatan

Baju Adat Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang ada di Pulau Kalimantan. Kalimantan Selatan mempunyai tiga kerajaan besar, kerajaan terakhir adalah Kesultanan Banjar. Sehingga terdapat baju adat Kalimantan Selatan yang sangat terkenal di setiap Banjar atau sukunya. Setiap baju adat mempunyai keunikan yang khas dengan berbagai aksesoris lengkap.

Keunikan Baju Adat Kalimantan Selatan

Keunikan Baju Adat Kalimantan Selatan

Kalsel mempunyai dataran tinggi dan rendah. Kalsel menyimpan sumber daya alam yang sangat besar terutama dari hutan dan penggalian. Kalimantan Selatan juga mempunyai kebudayaan yang beragam dengan suku yang berbeda-beda.

Kekayaan budaya tersebut ditandai dengan adanya berbagai baju adat yang unik dan menarik. Baju adat Kalimantan Selatan yang paling terkenal dan masih dilestarikan hingga saat ini ada empat jenis. Semua baju adat tersebut mempunyai keunikan masing-masing. Namun, tetap menggunakan aksesoris utama yaitu bogem.

Bogem dikenal juga dengan roncean yang merupakan rangkaian bunga melati dan mawar untuk menunjang penampilan. Suku Banjar menjadi mayoritas penduduk yang tinggal di provinsi tersebut. Sehingga memberikan pengaruh budaya yang sangat kental dan masih lestari. Baju adat bisa dikenakan untuk anak agar bisa mengenal budaya sejak dini.

Baju adat suku Banjar sangat unik dan mempunyai makna tersendiri. Karena suku Banjar sudah menjadi ikon utama bagi Kalimantan Selatan yang dikenal dengan aneka pakaian adatnya yang beragam. Setiap baju adat dilengkapi dengan berbagai komponen yang unik dan memberikan efek bagi yang menggunakanya.

Keunikan baju adat Kalimantan Selatan, salah satunya busana adat yang dipadukan dengan budaya Banjar dan budaya Tiongkok. Namun bentuk busananya mirip dengan baju adat Betawi. Sehingga memberikan gambaran akan adanya pedagang dari China dan Gujarat yang masuk ke Kalimantan Selatan pada zaman itu.

 

Nama Baju Adat Kalimantan Selatan

Ada empat jenis baju adat suku Banjar yang sangat populer di Kalimantan Selatan. Suku Banjar merupakan mayoritas penduduk di Kalsel dengan jumlah lebih dari 74%. Busana tersebut digunakan untuk berbagai acara adat maupun pernikahan atau acara resmi lainnya.

Nama baju adat Kalimantan Selatan dengan ciri khas dan keunikannya sebagai berikut.

Babaju Kun Galung Pacinan

Babaju Kun Galung Pacinan

Dengan memadukan dua budaya yaitu Banjar dan Tiongkok muncul baju adat Babaju Kun Galung Pacinan. Baju tersebut mempunyai makna yang mendalam yaitu masuknya pedagang Gujarat dan China ke Kalsel.

Baju adat ini dikenal juga dengan nama Hwa Kun Galung Pacinan. Biasanya digunakan untuk acara pernikahan yang bentuknya mirip dengan baju adat asal Betawi. Hwa Kun Galung Pacinan mempunyai desain yang berbeda untuk wanita dan pria.

Untuk wanita terdiri dari kebaya dengan lengan panjang. Modelnya kebaya dengan cheong sam yang dijahit dengan rapi dan indah. Motifnya bunga teratai dengan payet menggunakan benang emas. Bagian bawahnya menggunakan rok panjang dengan pernak pernik yang disulam dengan motif tirai bambu yang sangat indah.

Ditambah lagi dengan mahkota permata yang sangat indah sebagai aksesorisnya. Dilengkapi juga dengan tusuk konde yang bentuknya seperti huruf lam dan burung hong dan kembeng goyang. Sehingga membuat penampilan Kamu sangat mengagumkan.

Untuk pria menggunakan kopiah alpe yang dililitkan dengan sorban. Kopiah tersebut menjadi penutup kepala dengan berbagai ornamen yang indah. Penutup kepala tersebut dikenal juga dengan tanjuk laksamana. Dan menggunakan rentengan dari bunga melati serta alas kaki selop yang sangat elegan.

Baamarr Galung Pancaran Matahari

Baamur Galung Pancaran Matahari

Baju adat Kalimantan Selatan ini merupakan baju adat yang digunakan untuk pengantin. Busana tersebut sudah ada sejak abad ke 17 yang sangat populer dalam masyarakat Banjar. Hingga saat ini baju adat Baamar Galung Pancaran Matahari masih dilestarikan dengan baik.

Busana pengantin ini memadukan budaya hindu yang masih kental dengan budaya jawa. Budaya jawa menyimpan makna dan memberikan pengaruh untuk menggunakan rentengan bunga baik itu mawar maupun melati.

Rentengan bunga tersebut sangat menunjang pesona dari pengantin. Serta menjadi bagian dari budaya jawa yang masih digunakan. Untuk budaya hindu bisa dilihat dari desain mahkota dan kain yang digunakan.

Mahkota tersebut mempunyai motif kelabang dan naga yang dikenal dengan halilipan. Untuk wanita menggunakan aksesoris berupa kida-kida dengan bentuk segilima fungsinya untuk menutupi dada dan menjadi hiasan yang menawan.

Bagajah Gamuling Baular Lulut

Bagajah Gamuling Baular Lulut

Busana adat dari Kalsel selanjutnya adalah Bagajah Gamuling Baular Lulut. Busana ini biasanya digunakan untuk acara resmi salah satunya pernikahan dengan model yang sama antara pria dan wanita. Sehingga membuat pasangan tampak serasi.

Untuk pria menggunakan baju dengan lengan pendek. Dengan berbagai hiasan dan manik-manik indah dan mengkilap. Baju tersebut tidak mempunyai kerah dan dipadukan dengan celana panjang yang dikenakan. Ditambah dengan kalung samban dan penutup kepala dari mahkota berbentuk ular lidi.

Untuk wanita menggunakan kemben untuk menutupi dada. Ditambah dengan berbagai aksesoris berupa konde sebagai mahkota, kuncup bunga melati dan kembeng goyang. Serta ikat pinggang untuk mengikat bawahan panjang dengan motif halilipan yang cantik. Baju adat Kalimantan Selatan sangat istimewa terutama dengan perkembengan saat ini.

Babaju Kubaya Panjang

Babaju Kubaya Panjang

Babaju Kubaya Panjang adalah baju adat dari hasil modifikasi semua baju adat dari Kalsel. Baju yang paling banyak diambil dari Baamarr Galung Pancaran Matahari. Baju ini sangat populer karena terdapat tiga baju adat yang membuat busana terlihat unik.

Untuk bagian atasan wanita menggunakan kebaya panjang. Dengan berbagai aksesoris yang melengkapi busana tersebut. Untuk pria menggunakan baju yang sama dengan Baamar Galung Pancaran Matahari.

 

Baju Pengantin Adat Kalimantan Selatan

Baju Pengantin Adat Kalimantan Selatan
SAMSUNG DIGITAL CAMERA

Untuk baju pengantin dari Kalimantan Selatan  Budayanesia bisa menggunakan berbagai jenis baju adat dari suku Banjar. Karena memang baju tersebut bisa digunakan untuk acara pernikahan. Baju adat yang paling banyak digunakan diantaranya Bagajah Gamuling Baular Lulut. Baju adat ini mempunyai rentengan bunga mawar dan melati yang indah untuk menghiasi pengantin.

Banyak juga yang menggunakan baju adat Babaju Kun Galung Pacinan. Baju adat tersebut dibedakan atas pakaian untuk pria menggunakan jubah panjang tanpa kancing. Dilengkapi dengan kopiah alpe dan dililitkan  dengan sorban. Serta menggunakan rentengan bunga melati dengan alas kaki selop sehingga penampilan sangat menawan.

Sedangkan baju adat Kalimantan Selatan untuk pernikahan bagi wanita menggunakan kebaya lengan panjang. Kebaya tersebut mempunyai model cheong sam dengan jahitan yang indah. Dilengkapi juga dengan payet dengan motif teratai menggunakan benang emas. Bagian bawah menggunakan rok cantik yang motifnya tirai bambu dan disulam dengan rapi.

Dilengkapi juga dengan penutup kepala untuk pengantin wanita. Penutup kepala menggunakan mahkota dengan permata yang indah dan mengkilap. Ditambah dengan tusuk konde yang bergambar burung hong dan huruf arab serta kembeng goyang cantik membuat penampilan Budayanesia lebih cantik dan sangat anggun bak raja dan ratu dengan singgasananya yang indah.

Kalimantan Selatan menyimpan busana adat yang sangat indah dan unik. Sebagai daerah kerajaan yang masih sangat kental, Kalsel masih melestarikan budaya tersebut yang diaplikasikan dalam model baju adat Kalimantan Selatan. Sehingga kebudayaan disana masih terjaga dengan baik di tengah kemajuan dunia fashion saat ini.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *