Keunikan Rumah Tambi

Keunikan Rumah Tambi

Rumah tambi merupakan salah satu contoh kekayaan Indonesia yang perlu dilestarikan oleh masyarakat luas. Rumah ini terlihat begitu cantik. Selain itu, keunikan rumah tambi juga semakin menambah daya tarik rumah ini.

Rumah tradisional ini tentu mampu membuat siapa saja terkesan ketika melihatnya. Tentunya orang-orang juga akan langsung tahu darimana sebenarnya asal rumah ini. Wajar saja jika banyak yang mengambil foto dengan latar belakang bangunan ini.

 

Rumah Adat Tambi Berasal dari Sulawesi Tengah

Keunikan Rumah Tambi

Rumah tambi merupakan rumah tradisional asal Provinsi Sulawesi Tengah. Rumah ini menjadi salah satu peninggalan unik sehingga mampu memberi kesan tersendiri bagi setiap orang yang singgah. Jadi, Sulawesi Tengah bukan hanya memiliki keindahan alam pantai saja melainkan juga kebudayaannya.

Jika mampir ke Sulawesi Tengah, maka jangan sampai lupa untuk melihat-lihat kebudayaannya. Salah satunya rumah tambi ini. Pelajari betapa indahnya kebudayaan tersebut dengan semangat, sehingga bisa sekaligus melestarikannya layaknya rumah honai, tongkonan, lamin, baileo dan sebagainya.

 

Keunikan Bentuk dan Filosofi Rumah Tambi

Rumah tradisional asal Provinsi Sulawesi Tengah memang banyak macamnya, mulai dari lobo, souraja dan tambi. Akan tetapi, tambi tetap menjadi yang paling mengesankan dan menjadi kekhasan tersendiri bagi rumah tradisional ini.

Hal tersebut tentu saja tidak terlepas dari bagian-bagian pembentuk rumah ini yang mempunyai makna filosofi tersendiri. Jadi, dapat dikatakan bahwa selain bisa dijadikan sebagai tempat perlindungan juga mempunyai makna filosofis lainnya.

1.     Perpaduan Garis Horizontal dan Vertikal

Keunikan Rumah Tambi

Bangunan rumah tambi mempunyai perpaduan antara garis horizontal dan vertikal yang sangat baik. Perpaduan ini ada di dalam prisma. Garis horizontal tersebut terdapat pada bagian dasar rumah. Selain itu, juga terdapat pada bagian lantai.

Garis horizontal tersebut merupakan lambang hubungan yang baik antar sesama manusia, kemudian garis vertikal terletak di dua ujung garis horizontal. Garis ini melambangkan hubungan manusia dengan Sang Maha Pencipta. Garis horizontal tersebut terletak pada bagian atap bangunan rumah.

2.     Arah Rumah Menghadap Utara

Keunikan Rumah Tambi

Rumah tradisional yang berasal dari Sulawesi Tengah ini harus dibangun dengan menghadap ke utara. Rumah tidak boleh berdiri dengan membelakangi matahari terbit maupun terbenam. Jadi, siapa saja yang berkunjung ke rumah Sulawesi Tengah akan menjumpai rumah ini menghadap ke arah utara.

Arah pembangunan rumah ini juga berdasarkan filosofi tertentu. Bangunan rumah memang sengaja tidak boleh menghadap arah matahari terbenam maupun terbit karena nantinya dikhawatirkan bisa membawa petaka.

3.     Dilengkapi dengan Banyak Hiasan

Keunikan Rumah Tambi

Bangunan rumah tradisional yang berasal dari Sulawesi Tengah ini juga dilengkapi dengan berbagai macam hiasan maupun ornamen lainnya. Hiasan tersebut umumnya dibuat dari ayam, babi, hingga kerbau. Masyarakat setempat biasanya memilih hiasan sesuai dengan kebutuhan.

Hiasan yang diterapkan pada rumah tersebut bukan sekedar untuk mempercantik hunian saja melainkan juga memiliki makna filosofi tertentu. Penggunaan hiasan ini ternyata melambangkan kesuburan serta kesejahteraan bagi umat manusia.

 

Apa Saja Keunikan Rumah Tambi ?

Setidaknya ada lima keunikan dari rumah tradisional ini, mulai dari bentuk rumahnya, material pembuatannya, hingga jumlah tangganya. Keunikan rumah tambi Sulawesi Tengah di antaranya seperti berikut:

1.     Bentuk Rumah Panggung

Bentuk Rumah Panggung

Rumah yang bisa dijumpai di provinsi dengan ibukota Palu ini mempunyai bentuk panggung. Masyarakat Kaili dan Lore yakni suku yang mendiami pinggiran hutan Sulawesi Tengah ini membuat rumah panggung ini dulunya agar aman dari ancaman hewan buas.

Jika dilihat dari luar, seolah-olah penghuni dalam rumah adat ini tinggal di bagian atap rumah. Hal tersebut tentu saja karena bagian atap dan dinding tidak tampak layaknya rumah modern. Tambi mempunyai ukuran atap yang sangat besar.

2.     Dijadikan sebagai Rumah Umum Masyarakat

Dijadikan sebagai Rumah Umum Masyarakat

Tambi juga dijadikan sebagai rumah umum untuk masyarakat setempat pada zaman dahulu. Rakyat jelata biasanya membangun rumah dengan model ini di perkampungan untuk dijadikan sebagai tempat tinggal mereka. Sementara itu, para bangsawan akan membangun rumah dengan modal yang berbeda.

Wajar saja jika eksterior rumah ini terlihat begitu sederhana. Bagian material kayu serta atap bangunannya dibiarkan terekspos begitu saja, bahkan tanpa hiasan maupun cat apapun. Warna asli dari kayu serta atap ijuknya benar-benar terlihat.

Akan tetapi, seiring perkembangan zaman yang kian modern, maka masyarakat sudah membuat rumah ini menjadi jauh lebih mewah lagi. Mereka sudah mengecat tiang kayu hingga bagian dindingnya sesuai dengan keinginan.

Menariknya, mereka juga mengecat bagian atap papan pada sisi depan rumah. Akan tetapi, kegiatan ini tetap memperhatikan arahan dari ketua suku. Informasi ini juga bisa dibaca secara lengkap melalui situs Brainly.

3.    Keunikan Rumah Tambi Mempunyai Atap Ijuk

Mempunyai Atap Ijuk

Keunikan rumah tambi adalah sesuatu yang dapat dilihat secara kasat mata. Rumah tradisional ini memanfaatkan ijuk sebagai material untuk menutup atap. Biasanya masyarakat setempat akan membangun atap dengan kemiringan yang tinggi. Tujuannya agar air hujan dapat mengalir lancar ke tanah.

Dengan demikian, maka rumah akan terhindar dari kebocoran. Ijuk yang dijadikan sebagai bahan atap tersebut dikumpulkan dari pohon nira yang berasal dari hutan, kemudian ijuk-ijuk tersebut dirangkai sedemikian rupa dengan memilih yang rapat dan tebal.

Meskipun terbilang tradisional, atap yang terbuat dari ijuk ternyata tetap bisa awet dipakai. Selain itu, atap ijuk juga bisa dipakai untuk memperlancar sirkulasi udara. Apabila ijuk ternyata tidak ada, maka pemilik rumah dapat menggunakan daun rumbia sebagai pengganti.

4.     Ukuran Rumah Mungil

Ukuran Rumah Mungil

Jika rumah tradisional daerah lain mempunyai ukuran yang besar, akan tetapi rumah tambi justru mempunyai ukuran yang mungil. Jika dikonversikan ke masa kini, maka rumah ini bisa disebut sebagai rumah minimalis.

Jadi, rumah ini memang sengaja dibangun untuk satu keluarga saja yaitu bapak, ibu, serta anak. Bahkan bagian dalam dari rumah ini hanya terdiri dari satu ruangan saja. Maka dari itu, mereka menyebutnya sebagai ruangan utama.

Di ruangan tersebut maka penghuni bisa melakukan berbagai aktivitas. Apabila anak sudah menikah, maka bisa membangun rumah mereka di sekitaran rumah orang tua. Kurang lebih seperti itulah pembangunan keluarga di perkampungan setempat.

5.     Anak Tangga Jumlahnya Ganjil – Genap

Anak Tangga Jumlahnya Ganjil Genap

Bentuk rumah, ukuran dan anak tangga menjadi tiga keunikan yang sangat khas dari rumah tambi. Jumlah anak tangga yang ada dalam bangunan rumah tradisional ini mempunyai makna tersendiri yang begitu kental dengan hukum adat.

Jumlah anak tangga merupakan cerminan dari siapa saja yang tinggal di dalam rumah tersebut. Kepala adat akan mendirikan rumah dengan jumlah anak tangga yang genap, sementara itu anggota masyarakat biasa akan membangun rumah dengan jumlah anak tangga ganjil.

Hal ini juga akan mempermudah para pelancong yang singgah ke wilayah ini. Para pelancong bisa dengan mudahnya menemukan rumah tetua adat tersebut dengan melihat jumlah anak tangga yang ada di rumah tradisional tambi.

Keunikan rumah tambi memang sangat menarik untuk dicermati lebih jauh. Jika penasaran dengan salah satu keindahan budaya dari Sulawesi Tengah tersebut, maka bisa segera mampir berkunjung kesana. Tepatnya di wilayah Doda, nantinya pelancong bisa menemukan banyak rumah senada yang memukau.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *