Rumah Adat Limas Berasal dari

Rumah Adat Limas Berasal dari

Kalau pernah menjelajahi Sumatera Selatan, pasti tidak akan asing dengan rumah-rumah yang atapnya berbentuk limas. Nah, rumah dengan atap unik itulah yang disebut dengan rumah adat limas. Ya, rumah adat limas berasal dari Provinsi Sumatera Selatan dan memiliki banyak sekali keunikan.

Rumah adat satu ini memang tidak begitu mencolok dibandingkan rumah adat lainnya. Tidak ada banyak dekorasi yang disematkan dalam rumah adat ini. Rumah limas khas Sumatera Selatan ini memiliki bangunan yang sederhana, namun nyaman untuk menjadi tempat tinggal.

Asal Rumah Adat Limas

Meskipun rumah adat limas berasal dari daerah Sumatera Selatan, faktanya bangunan rumah ini juga bisa ditemui di Negara Malaysia. Ya, negara tetangga ini mempunyai beberapa rumah dengan atap yang berbentuk limas, seperti masyarakat Sumatera Selatan.

Selain negara Malaysia yang memiliki kesamaan atap dengan rumah adat Indonesia ini, ternyata atap limas potong ini juga mulai diadaptasi sebagai arsitektur rumah-rumah modern. Ya, mengingat atap rumah khas Sumatera Selatan ini memiliki keunikan, tidak heran jika banyak yang mengadopsinya.

Selain memiliki atap yang berbentuk limas, rumah tradisional ini juga dibuat dengan model panggung kayu atau bertingkat. Anak tangga untuk menuju ke rumah adat biasanya disebut dengan Bengkalis. Rumah Limas juga mempunyai ukuran yang terbilang amat luas.

Ya, satu rumah limas bisa mencapai luas 1.000 meter persegi. Dengan luas yang mencapai ribuan, tidak heran jika rumah adat  ini juga bisa difungsikan sebagai ruang menggelar acara adat atau pesta pernikahan.

Filosofi dan Sejarah Rumah Adat Limas

Rumah Adat Limas Berasal dari

Awal mula dibangunnya rumah adat limas sendiri adalah pada tahun 1830. Rumah limas pertama kalinya dibangun oleh seorang pangeran yang masih memiliki keturunan Arab bernama Syarif Abdurrahman Al-Habsyi.

Rumah ini dibangun dengan menggunakan kayu karena disesuaikan dengan kepercayaan masyarakat setempat. Namun, jenis kayu yang digunakan tidak boleh sembarangan. Semua kayu yang digunakan untuk konstruksi adalah kayu yang dihasilkan dari hutan Sumatera.

Pulau Sumatera sendiri adalah salah satu kepulauan yang menjadi tempat banyak hutan bertumbuh subur. Nah, kayu dengan keunggulannya yang kokoh ini menjadikan bangunan rumah adat limas terlihat khas.

Pada umumnya kayu yang digunakan adalah ulin dengan sifat tahan air dan kokoh. Sementara untuk bagian kerangkanya, rumah adat limas menggunakan kayu seru. Biasa dibilang jenis kayu yang digunakan untuk bangunan terbilang langka.

Rumah adat khas Sumatera Selatan ini mempunyai nilai filosofis yang tinggi. Ada lima tingkat dengan makna masing-masing.

Bubungan lima ini menganut filosofi Kekijing. Jadi, satu ruangan biasanya akan diatur sesuai dengan siapa yang menghuni seperti pangkat, jenis kelamin,  bakat, usia, pangkat, dan kelas sosialnya.

Bagian-bagian Rumah Adat Limas

Rumah adat limas berasal dari suku yang mendiami kawasan Sumatera Selatan, mulai dari suku Palembang, suku Ogan, suku Semendo, suku Pasemah, dan masih banyak lagi. Ada 5  bagian rumah atau tingkatan dari rumah adat masyarakat Palembang ini, di antaranya adalah:

1.     Pagar Tenggalung

Rumah Adat Limas Berasal dari

Pagar tenggalung adalah bagian rumah yang hampir menyerupai beranda. Pada bagian ini, ruangan memiliki hamparan yang cukup luas tanpa disekat oleh apapun. Pagar tenggalung sendiri sengaja dibuat untuk menerima tamu-tamu yang menghadiri acara adat apapun.

Ada hal menarik dari pagar tenggalung, yakni orang-orang dari luar sulit untuk menyaksikan apa yang sedang terjadi di dalam ruangan. Namun, orang yang berada di pagar tenggalung bisa menyaksikan mereka yang ada di luar ruangan.

Hal menarik lainnya dari pagar tenggalung adalah adanya lawang atau pintu kipas, siapapun yang membuka pintunya maka otomatis akan terbentuk langit-langit di atas ruangan.

2.     Jogan

Rumah Adat Limas Berasal dari

Bagian kedua dari rumah limas adalah jogan yang menjadi lokasi untuk berkumpulnya anggota keluarga, khususnya dari kalangan laki-laki. Ruangan ini seringnya hanya difungsikan untuk tempat berkumpul non formal, bukan untuk acara-acara yang bersifat resmi seperti rapat atau musyawarah.

3.     Kekijing Ketiga

Rumah Adat Limas Berasal dari

Bagian rumah selanjutnya seperti kamar yang ruangannya bersifat privasi. Ruangan ini memiliki sekat dengan lantai yang posisinya dibuat lebih tinggi. Pada  bagian  ini, umumnya masyarakat Sumatera Selatan menggunakannya sebagai ruang untuk  menggelar acara hajat.

4.     Kekijing Empat

Rumah Adat Limas Berasal dari

Pada bagian tingkat keempat, ruangan ini dibuat secara khusus mereka yang sangat dihormati oleh pemilik rumah. Biasanya di bagian rumah ini yang boleh menggunakannya adalah orang-orang yang memiliki keturunan sedarah dengan sang pemilik rumah seperti para Datuk atau para tetua.

5.     Gegajah

Gegajah

Rumah adat rakit limas berasal dari Provinsi Sumatera Selatan memiliki tingkatan yang terakhir dan dinamakan gegajah. Ruangan gegajah terbilang paling luas jika dibandingkan dengan bagian-bagian lainnya.

Gegajah juga mempunyai privasi karena hanya orang dengan kedudukan tinggi saja yang bisa masuk. Di bagian gegajah, biasanya ada undukan berupa lantai yang digunakan untuk bermusyawarah.

Ada juga amben, tempat untuk tidur sepasang pengantin apabila si pemilik rumah hendak menggelar pesta pernikahan.

Keunikan Rumah Adat Limas

Sudah tahu rumah adat limas dari daerah mana, bukan? Nah, rumah adat satu ini mempunyai beragam keunikan yang tidak dimiliki oleh rumah-rumah lain.

Sekalipun ada beragam rumah dengan model menyerupai rumah limas, tetap saja keunikannya tidak sama dengan rumah adat suku Palembang. Apa saja ya keunikan yang dimiliki oleh rumah adat ini?

1.     Atapnya Berbentuk Limas

Atapnya Berbentuk Limas

Keunikan pertama dari rumah Melayu satu ini adalah mempunyai bentuk limas. Menurut sejarah, bentuk atap yang unik dari rumah adat ini karena memang dipengaruhi oleh kultur Jawa dan Tiongkok. Sementara itu, atap dari rumah adat ini juga mempunyai ornamen berbentuk bunga melati dan 2 tanduk.

Dua tanduk sendiri merepresentasikan sosok Adam dan Hawa sebagai manusia pertama di dunia ini. Sementara melati merepresentasikan keagungan dan keharmonisan.

2.     Bentuknya Panggung

Bentuknya Panggung

Hampir beberapa rumah adat di Indonesia memiliki bentuk panggung, termasuk rumah adat limas. Panggung di rumah adat ini sengaja dibuat agar terhindar dari bencana banjir atau hewan-hewan, seperti babi hutan, kadal, harimau, ular, dan sebagainya.

Bentuknya yang panggung juga dilatarbelakangi oleh faktor bahwa kebanyakan tanah yang ada di Sumatera ini adalah rawa dan bekas sungai sehingga memang rentan terkena banjir, terutama saat musim hujan.

3.     Dibuat dari Kayu

Dibuat dari Kayu

Rumah limas juga menggunakan bahan kayu berkualitas sebagai konstruksi utama. Setiap detail bangunan menggunakan kayu mulai dari pondasi, jendela, pintu, hingga dindingnya. Namun, kayu yang digunakan ini juga bukan sembarang kayu.

Pada umumnya, masyarakat suku Palembang menggunakan kayu trembesi atau ulin karena sifat keduanya yang kokoh dan dijamin tahan terhadap air. Kedua bahan kayu ini juga terbilang awet untuk digunakan hingga ratusan tahun.

4.     Pembangunan Rumah Menggunakan Teknik Sambung Kayu

Pembangunan Rumah Menggunakan Teknik Sambung Kayu

Pada umumnya, ketika membuat sebuah rumah dari bahan kayu, pasti paku adalah bahan material yang wajib ada. Namun, dalam membuat rumah adat limas ini, masyarakat Palembang menggunakan teknik bernama sambung kayu.

Teknik dengan menyambungkan kayu ini sangat sulit diaplikasikan karena mempunyai proses pengerjaan yang cukup panjang. Itulah mengapa rumah adat limas terbilang cukup unik.

Sudah paham rumah adat limas berasal dari mana, bukan? Ternyata rumah tradisional dari Sumatera Selatan satu ini memiliki keunikan yang cukup menarik untuk dijelajahi. Tidak heran jika rumah limas banyak diadopsi sebagai rumah modern.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *